Mengulik Kawah Putih Tinggi Raja di Simalungun yang Mirip Hot Spring Pamukkale di Turki

Destinasi wisata di Sumatera Utara saat ini sudah mulai dikenal oleh berbagai kalangan, baik domestik maupun mancanegara.

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN / Muhammad Anil Rasyid
Kawah Putih Tinggi Raja yang berada di Desa Dolok Tinggi Raja, kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. 

Laporan wartawan Tribun Medan / Muhammad Anil Rasyid

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Destinasi wisata di Sumatera Utara saat ini sudah mulai dikenal oleh berbagai kalangan, baik domestik maupun mancanegara.

Di Kabupaten Simalungun, Sumut, ada satu lokasi wisata bernama Kawah Putih Tinggi Raja.

Di tempat ini terdapat mata air panas yang dikelilingi lingkungan nan alami.

Kawah Putih Tinggi Raja, merupakan obyek wisata cagar alam yang digunakan sebagai destinasi wisata petualangan yang mengasyikkan.

Banyak yang menyebut objek wisata Kawah Putih Tinggi Raja mirip dengan pemandian air panas di Turki bernama Pamukkale.

Tak sedikit pula pengunjung menilai wisata Kawah Putih Tinggi Raja mirip dengan Kawah Putih Ciwidey di Bandung.

"Kawah putih yang ada di sini, mirip juga sama dengan yang di Bandung. Saya bilang mirip karena kemaren ada saudara foto di kawah putih yang di Bandung," ucap Indah pengunjung yang berasal dari Pematangsiantar, Jumat (21/8/2020).

Kawah Putih Tinggi Raja berada di Desa Dolok Tinggi Raja, kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Lokasinya berada di dalam hutan lindung dengan bukit kapur berwarna putih dan danau air panas berwarna biru kehijauan.

"Di Kawah Putih Tinggi Raja ini, terdapat beberapa spot foto yang cantik juga. Tetapi, sebaiknya kita datang ke kawah ini sebelum tengah hari, ketika hari makin siang genangan air akan semakin panas karena terik matahari," ucap Indah.

Aliran air panas yang mengalir di antara bebatuan kapur menjadikan batuan tersebut menjadi putih bersih bak salju.

Maka tak heran sebagian orang menyebutnya dengan salju panas.

Air panas yang mengisi danau tersebut berasal dari bukit-bukit kecil di kawasan tersebut.

Kemudian air tersebut akan terus mengalir menuju sungai Bah Balakbak yang berbatu dengan airnya yang jernih.

Pada pertemuan air panas dari danau dan air dingin sungai, di sinilah pengunjung bisa mandi maupun berenang.

Untuk sampai di lokasi, pengunjung akan menempuh jarak sekitar 80 kilometer dari pusat Kota Medan dengan waktu perjalanan darat berkisar 3-4 jam.

Pasalnya jalan menuju lokasi banyak bebatuan besar dan berlubang.

Terdapat tiga rute yang bisa dilalui untuk sampai ke kawasan ini, yakni Medan-Lubuk Pakam-Galang-Dolok Tinggi Raja, Masihul-Nagori Dolok-Dolok Tinggi Raja, Medan-Lubuk Pakam-Galang-Bangun Purba-Dolok Tinggi Raja.

Tidak ada tiket masuk, pengunjung hanya perlu membayar uang parkir sebesar Rp 5 ribu rupiah.

Mengingat lokasinya yang terpencil dan jauh dari kota, tidak terdapat penginapan atau hotel di area tersebut.

Karena itulah, pastikan untuk kembali sebelum matahari terbenam.

(CR23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved