Sepekan Erupsi Gunung Sinabung, 6.824 Ha Lahan Pertanian Terpapar Abu Vulkanik, Ini Rinciannya

Seluas 6.824,5 hektare tanaman milik masyarakat di Kabupaten Karo, terpapar abu vulkanik akibat erupsi Gunung Sinabung yang terjadi sepekan terakhir

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Muhammad Nasrul
Seorang petani di Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, menyemprot tanaman cabai miliknya yang terpapar abu vulkanik 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, SIMPANGEMPAT - Seluas 6.824,5 hektaree tanaman milik masyarakat di Kabupaten Karo, terpapar abu vulkanik akibat erupsi Gunung Sinabung yang terjadi sepekan terakhir ini.

Dari luas lahan yang terdampak, diketahui berasal dari tujuh kecamatan yang tersebar di Kecamatan Namanteran, Merdeka, Berastagi, Simpangempat, Kabanjahe, Barusjahe, dan Dolatrayat.

"Ya hingga Senin kemarin, yang terpapar itu hanya 1.483 hektaree dan dari Kecamatan Namanteran, Merdeka, dan Berastagi. Tapi sekarang sudah meluas, dari total luas lahan 6.824,5 hektaree, itu terdata dari tujuh kecamatan. Bertambah empat kecamatan lagi, yaitu Kecamatan Kabanjahe, Barusjahe, Dolatrayat, dan Simpangempat," ujar Matehsa, Jumat (21/8/2020).

Menurut data yang diperoleh dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karo, kerusakan tanaman yang disebabkan terpapar abu vulkanik untuk setiap kecamatannya sebagai berikut.

Kecamatan Kabanjahe, tercatat mengalami rusak ringan seluas 652 hektare. Kecamatan Simpang Empat kerusakan ringan 1.113 hektare, sedang 890,4, dan berat 222,6 hektare (total 2.226 Ha). Kecamatan Namanteran kerusakan ringan 227 hektare, sedang 340,5 hektare, berat 567,5, dan puso 552 hektare (total 1.689 Ha).

Kemudian di Kecamatan Merdeka, kerusakan ringan 265,1 hektare, sedang 106,04 hektare, berat 159,06, dan puso 181,5 (total 711,7 Ha). Sementara tiga kecamatan yang komoditinya hanya mengalami rusak ringan yakni Kecamatan Berastagi seluas 512,8 hektare. Dolat Rayat 613 hektare, dan Barusjahe seluas 420 hektare.

Lebih lanjut, untuk lahan pertanian yang mengalami kerusakan dan perkiraan kerugiannya, tercatat sebagai berikut.

Cabai merah mengalami rusak ringan 527 hektare, sedang 173,4 hektare, rusak berat 171,6 hektare, dan puso 163 hektare. Dengan jumlah nilai kerugian Rp.41.895.650.000.

Tomat mengalami rusak ringan seluas 385,3 hektare, sedang 151,6 hektare, rusak berat 120,4 hektare, dan puso 81 hektare. Dengan jumlah nilai kerugian mencapai Rp. 46.659.050.000. Kentang mengalami rusak ringan 465 hektare, sedang 227,8 hektare, rusak berat seluas 216,7 hektare, dan puso 188 hektare. Dengan nilai kerugian Rp. 33.976.290.000.

Kubis (kol) mengalami rusak ringan 420,3 hektare, sedang 173,1 hektare, rusak berat seluas 155,2 hektare, dan puso 112 hektare. Dengan jumlah kerugian mencapai Rp. 5.822.820.000. Kol Bunga mengalami rusak ringan 314,5 hektare, sedang 140 hektare, rusak berat seluas 103 hektare, dan puso 78 hektare. Dengan jumlah kerugian mencapai Rp. 4.014.975.000.

Petsai mengalami rusak ringan 207,1 hektare, sedang 53,7 hektare, rusak berat seluas 84,6 hektare, dan puso 76,5 hektare. Dengan jumlah kerugian mencapai Rp. 2.257.200.000. Buncis mengalami rusak ringan 92,2 hektare, sedang 43,3 , rusak berat seluas 3,4 hektare, dan puso 7,5 hektare. Dengan jumlah kerugian mencapai Rp.1.903.880.000.

Cabe rawit mengalami rusak ringan 158,4 hektare, ringan 44 hektare, rusak berat seluas 6,1 hektare dan posu 18 hektare. Dengan jumlah kerugian mencapai Rp.5.072. 544.000. Ubi jalar mengalami rusak ringan 92 hektare dan rusak sedang seluas 4 hektare, Dengan jumlah kerugian mencapai Rp.562. 500.000.

Bawang Daun mengalami rusak ringan 80,1 hektare, sedang 26,5 hektare, rusak berat 14,3 hektare, dan puso 1,5 hektare. Dengan jumlah kerugian mencapai Rp. 4.356.000.000. Seledri mengalami rusak ringan 46,2 haktar, sedang 3,3 hektare, rusak berat 4,9 hektare, dan puso 1 hektare. Dengan jumlah kerugian mencapai Rp. 1.302. 900.000.

Terong mengalami rusak ringan 99,3 hektare, sedang 25,1 hektare, rusak berat 15,2 hektare, dan puso 3 hektare, dengan jumlah kerugian mencapai Rp 1.431.840.000.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved