Angel Modifikasi Resep Nenek jadi Usaha Kuliner
Ia menjual risol beku mau pun siap santap yang dipasarkan sudah dalam paket-paket tertentu.
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang | Editor: Eti Wahyuni
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Kegemarannya memasak secara tak sengaja membuat Angeline Limanto membuka usaha kuliner. Saat ini, Angel membuat usaha penjualan makanan dan minuman, Ababawakitchen Medan. Salah satu menu yang paling laris adalah risoles.
Angel mengatakan, dalam seminggu ia bisa menerima pemesanan hingga 200 potong risol. Ia menjual risol beku mau pun siap santap yang dipasarkan sudah dalam paket-paket tertentu. Harganya bervariasi mulai Rp 40 ribu hingga Rp 78 ribu tergantung jumlah risoles dalam paket yang dipilih.
"Risol yang aku buat itu beda, biasanya kan risol itu isinya ayam, sayur-sayuran, atau bihun. Tapi risol yang aku buat itu pakai makaroni. Itu yang buat beda dan akhirnya banyak orang suka. Semua makanan yang diproduksi juga tidak menggunakan bahan pengawet dan penyedap rasa," katanya.
• Trik Menggoreng Risoles Agar Tak Bocor
Risol buatannya ada tiga varian yakni mozarella, rendang, dan bolognese. Ia mengatakan, risol ini dibuat dengan resep turun-temurun dari neneknya. Namun resep yang ia dapatkan dimodifikasi lagi sehingga jadi risol yang ia jual saat ini.
"Selain risol ada beberapa menu lainnya, seperti spicy honey chicken rice, dan beberapa menu lainnya. Baru-baru ini aku lagi buat banana bread dan tiga jenis minuman. Resep makanan-makanan ini banyak aku coba-coba buat saja ternyata enak dan pas dijual laku," kata Angel.
Ia sudah memulai usaha makanan sejak 2015. Awalnya, makanan buatan Angel ditawarkan pada teman-temannya di kampus. Mulai pada awal tahun 2019, ia membuka online shop yang menjual berbagai jenis makanan. Sejak memulai usaha ini ia tak pernah secara khusus ikut kelas memasak. Kebanyakan ia diajari ibu atau belajar sendiri dari video di YouTube.
"Aku mulai suka memasak saat kelas 2 SMA. Dulu hanya iseng buka online shop untuk jual makanan buatanku. Jadi lebih baik dilanjutkan saja pikirku," katanya.
Ia menambahkan, membangun usaha meski pun secara online harus rutin dilakukan. Jika sempat berhenti, semuanya akan terasa seperti membangun usaha dari nol lagi.
"Kalau tantangan usaha kuliner ini tentunya pendapatannya enggak menentu. Kadang banyak tapi bisa juga sedikit. Selain itu kita harus detail dan menghindari kesalahan sekecil apa pun saat membuat makanannya sih," katanya.
Tak hanya itu, tumbuh pesatnya usaha kuliner juga membuat persaingan di sektor usaha ini semakin ketat. Untuk itu ia terus melakukan promosi.
"Beruntungnya aku punya banyak teman influencer juga. Jadi biasanya mereka enggak minta bayaran. Ada juga sih yang bayar, biasanya kalau aku sudah minta review lebih dari satu kali aku akan bayar juga walau pun itu temanku. Kan enggak enak kalau gratis terus. Aku juga selalu bilang ke influencer ini kalau misalnya review makananku enggak perlu dibuat-buat yang penting detail dan bilang sejujurnya saja," katanya.
Ia mengatakan, dalam membangun usaha khususnya makanan sebaiknya cari jenis makanan yang berbeda dan belum banyak dijual orang. Selain itu juga rutin mengeluarkan menu yang baru.
"Paling awal memulai usaha ya coba saja, buat makanan yang bisa dimasak dan jual. Promosi juga enggak kalah penting Kalau mau memberanikan diri untuk tahap awal lakukan saja endorsement besar-besaran," katanya.
Selain usaha kuliner, ia juga aktif di media sosial sebagai influencer. Angel biasa mendapatkan kerja sama dengan pengusaha kuliner untuk review makanan atau pun bekerja sama dengan brand kecantikan untuk konten kecantikan dan perawatan kulit.
"Pertengahan 2018, aku mulai bikin konten kecantikan dan perawatan kulit. Awalnya aku ikut beauty class dengan influencer dari Jakarta. Produknya juga aku review dari situ aku mulai review produk apapun karena menurutku bisa membantu orang yang akan beli produk serupa," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/angeline-limanto.jpg)