Tim SAR Medan Kerahkan Dua Penyelam Cari Remaja Tenggelam di Tongging

SAR Medan, masih terus melakukan pencarian Imran Butarbutar yang tenggelam di pemandian di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo.

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Muhammad Nasrul
Tim BNPP dari kantor SAR Medan dan personel Sabhara Polri, masih terus melakukan pencarian remaja yang tenggelam di Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Senin (24/8/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, MEREK - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) dari Kantor Search and Rescue (SAR) Medan, masih terus melakukan pencarian Imran Butarbutar yang tenggelam di pemandian di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo.

Remaja berusaha sekitar 18 tahun itu tenggelam saat menikmati liburan Minggu (23/8/2020) kemarin.

Informasi yang didapat dari Staf Operasi kantor SAR Medan, Dodi, Senin (24/8/2020), dalam proses pencarian ini pihaknya dibantu personel dari Sabhara Polda Sumut, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo.

Ia mengatakan, untuk mempermudah proses pencarian pihaknya juga membawa peralatan dan tim penyelam.

"Karena kita juga belum tau dasar dari lokasi tenggelamnya, makanya kita membawa dua orang tim penyelam kita untuk mempermudah proses pencarian," ujar Dodi, saat ditemui di lokasi pencarian.

Dodi menjelaskan, untuk personel yang turun sendiri dari kantor SAR Medan sebanyak tujuh orang, pos Parapat dua orang, personel Sabhara Polda Sumut lima orang, serta beberapa anggota BPBD Karo.

Untuk peralatan yang dibawa, dua perahu karet dari kantor SAR Medan, satu perahu raptor milik Sabhara Polda Sumut, satu unit kamera bawah air (vibraacope) milik Sabhara Polda Sumut, dan dua set alat menyelam.

"Semua peralatan yang kita bawa ini, kita kerahkan semaksimal mungkin untuk mempercepat proses pencarian," katanya.

Sampai saat ini, Dodi mengaku pihaknya belum menemukan kendala yang berarti saat proses pencarian korban.

Namun begitu, dirinya mengaku untuk kondisi danau sendiri pihaknya masih terus mempelajari seperti apa bagian dalam danau.

"Kalau tadi kedalaman yang sudah kita jelajahi lebih dari lima meter, kita juga masih melacak seperti apa arus bawah di dalam danau. Dan untuk kendala, sampai saat ini belum ada, paling kita mengantisipasi keramaian ini saja," ucapnya.

Ketika ditanya perihal kondisi alam yang ada di lokasi pencarian, Dodi mengaku hingga saat ini alam masih bersahabat. Dengan kondisi ini, maka akan menguntungkan pihaknya untuk melakukan pencarian secara maksimal.

Dirinya menambahkan, untuk proses pencarian hari ini akan dimaksimalkan hingga pukul 17.30 WIB. Jika belum membuahkan hasil, pihaknya akan melanjutkan pencarian esok hari.

(cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved