DERITA Mega Ningsih Wanita Mengidap Kanker, Sang Suami juga Sakit, Sementara Anak Masih SD
Penyakit kanker payudara tersebut sudah dialaminya sejak tahun lalu, namun karena terlalu menyakitkan,
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Salomo Tarigan
T R IBUN-MEDAN.com, Medan - Mega Ningsih (46) bersama suaminya M Yusuf Nainggolan (58) dalam keadaan sakit sementara anaknya Muhammad Ari (12) sedang duduk di bangku Sekolah Dasar.
Berharap agar cepat sembuh, Mega Ningsih hingga saat ini berharap ada orang yang berbelas kasih yang sedia membantunya secara finansial.
Penyakit kanker payudara tersebut sudah dialaminya sejak tahun lalu.
Namun karena terlalu menyakitkan, dia harus menghemat uang agar bisa memeriksakan diri di rumah sakit.
Pada bulan Mei 2020, Mega Ningsih menjalani operasi atau biopsi dengan harapan meringankan kesehatannya.
Hidup bersama kakaknya yang sudah single parent, Mega Ningsih mengaku bahwa dirinya tidak sanggup mengontrak rumah karena dia pun tidak memiliki uang.
"Rumah ini punya ayah kami, ini pun rumah kebun milik PTPN II, dulu PTPN IX. Jadi kami nebeng lah di sini lantaran uang tidak ada," ujar Mega Ningsih saat disambangi di kediamannya di Jalan Veteran, Pasar VI Marelan, Helvetia pada Minggu (30/8/2020).
Sambil memelas matanya, Mega Ningsih menuturkan bagaimana kondisi anaknya yang harus menderita saat dia tidak bisa bermain bersama teman-temannya yang lain.
"Kadang dia ikut bermain dengan teman-temannya, tapi dia lebih sering terlihat punya beban. Untuk saat ini, dia dapatkan pembelajaran dengan minta-minta sama kawannya. Kadang bapaknya yang pergi ke sekolah untuk ambil materi belajar, gitulah caranya biar anakku bisa sekolah," lanjutnya.
Selain mengkhawatirkan nasib anaknya Muhammad Ari di kemudian hari, Mega Ningsih juga mengkhawatirkan situasi suaminya yang saat ini juga tengah berjuang memenuhi kebutuhan keluarga.
• KISAH PILU Wanita Penderita Kanker Payudara, Suami Tukang Becak, Tinggal di Rumah Kontrakan
"Suamiku ini pernah dia alami struk, makanya untuk bekerja lebih keras lagi, dia tidak sanggup lagi. Dia kadang pergi sama temannya, dia kadang bawa uang Rp 15 ribu, kadang 20 ribu per hari, itulah kami gunakan untuk beli beras dan obat saya tiap hari," terangnya.
Selama sehari, Mega Ningsih harus mengganti pembalut kanker payudaranya sebanyak empat kali dalam sehari.
"Biaya untuk beli tisu balut ini (kanker payudara) itu pun enggak cukup setiap harinya. Ini cuman dibalut pake tisu sama lain aja, dan aromanya juga bau sehingga harus dicuci dengan molto," sambungnya.
"Saya cuman berdoa, tidak ada lagu yang bisa kulakukan, semuanya terserah sama Tuhan lah," pungkasnya. (cr3/t r ibun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mega-ningsih-penderita-kanker-payudaranya-saat-disambangi-di-rumahnya.jpg)