Pengakuan Salman Alfarisi, Terjawab Mengapa Dampingi Akhyar di Pilkada Medan
PKS secara resmi mengusung Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi sebagai bakal pasangan calon di Pilkada Medan 2020.
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Salomo Tarigan
Laporan Wartawan T r ibun-Medan.com/Liska Rahayu
T R IBUN-MEDAN.com, MEDAN -
Bakal calon Wakil Wali Kota Medan, Salman Alfarisi mengaku dirinya dan Akhyar Nasution 'dipaksa' ikut Pilkada Medan demi menyelamatkan Kota Medan.
Hal ini disampaikannya saat menceritakan masa kecilnya pada acara Panggung Millenials Pantai Busung, Sabtu (29/8/2020) malam.
Didampingi Sekretaris Fraksi PKS DPRD Medan, Syaiful Ramadhan, Salman bercerita tentang masa kecil dan pendidikannya.
"Saya dari kecil sampai remaja di Medan jadi paham betul tentang Medan," ujarnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan hingga ke luar negeri, Salman memutuskan untuk kembali ke Medan.
Bahkan, di usia 36 tahun dirinya sudah menjadi anggota DPRD Medan.
Salman telah menjadi anggota DPRD Medan selama dua periode.
Ketua DPD PKS Medan itu saat ini dipercaya menjadi Wakil Ketua DPRD Sumut.
Jabatan pimpinan DPRD Sumut itu harus rela dilepas oleh Salman Alfarisi setelah diputuskan mengikuti kontestasi Pilkada Medan yang berdampingan dengan Akhyar Nasution.
Menurutnya, keputusan mengikuti kontestasi Pilkada Medan 2020 adalah 'paksaan'.
"Sebetulnya saya dan Pak Akhyar ada kesamaan nasib di Pilkada Medan ini. Tanpa ambisi tapi didesak banyak pihak untuk maju demi masa depan Kota Medan," katanya.
"Kami berdua 'dipaksa' maju ini karena alasan untuk menyelamatkan Kota Medan," lanjut Salman.
Sementara itu, Akhyar Nasution melalui video yang beredar di media sosial menyampaikan rasa terima kasihnya terhadap kepercayaan yang diberikan Demokrat dan PKS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/salman-alfarisi1.jpg)