Evakuasi Harimau Sumatera di Tapsel
Berhasil Ditangkap dan Dievakuasi, Harimau Sumatera Akan Dilepasliarkan Setelah Kesehatan Pulih
Balai Besar Konservasi Sumbernya Daya Alam (BBKSDA) Sumut bersama koramil setempat menunjau lokasi dan memasang jerat harimau pada Sabtu (22/8/2020).
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRI BUN-MEDAN.com, Medan - Masyarakat Desa Tapus Sipagimbal, Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan sempat panik karena Harimau Sumatera masuk ke pemukiman mereka.
Akibat keadaan tersebut, pihak Balai Besar Konservasi Sumbernya Daya Alam (BBKSDA) Sumut bersama koramil setempat menunjau lokasi dan memasang jerat pada Sabtu (22/8/2020).
Harimau Sumatera tersebut akhirnya berhasil dijerat dan dilakukan pemeriksaan kesehatan.
"Hasil laboratorium pemeriksaan darah menunjukkan bahwa eritrosit menurun yang menandakan terjadinya anemia pada Harimau Sumatera. Hal ini berkaitan dengan hasil pemeriksaan fisik secara makro di mana kondisi satwa tersebut terlihat dehidrasi, mukosa pucat yang mengakibatkan kondisinya terlihat lemah," ujar Kepala BBKSDA Sumut Hotmauli Sianturi dalam paparan tertulisnya, Senin (31/8/2020).
Dikatakan Hotmauli, ada tanda-tanda pada komponen darah Harimau Sumatera yang memperlihatkan penyakit anemia.
"Disamping itu, ada beberapa komponen darah yang merujuk bahwa harimau mengalami anemia," lanjutnya.
• Kondisi Harimau Sumatera yang Dievakuasi di Tapsel Berumur Remaja, Terlihat Kurus dan Malnutrisi
Bahkan, ada temuan bahwa gangguan fungsi hati pada Harimau Sumatera tersebut, walau pihak medis belum bisa memastikannya.
"Hasil pemeriksaan kimia darah Harimau Sumatera, menunjukkan adanya peningkatan bilirubin, SGOT dan SGPT yang meningkat menandakan adanya gangguan fungsi hati pada Harimau tersebut, tetapi tim medis belum bisa memastikan apakah gangguan hati ini bersifat akut atau kronis (perlu dilakukan pemeriksaan ulang setelah pengobatan)," ungkapnya.
Harimau Sumatera sampai saat ini masih dalam observasi tim medis.
Pemeriksaan kesehatan lanjutan perlu dilakukan untuk melihat perkembangan kondisinya pasca pengobatan pertama.
Terutama pemeriksaan fungsi hati, dengan melakukan pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium nantinya.
"Kemudian monitoring berkaitan dengan nafsu makan, agresifitas serta pergerakannya, tetap dilakukan oleh tim medis," lanjutnya.
• BREAKING NEWS: BBKSDA Evakuasi Harimau Sumatera di Desa Tapus Sipagimbal Tapsel, Makan Ternak Warga
Apabila hasil pemeriksaan akhir tim medis nantinya menyatakan bahwa kondisi Harimau Sumatera dalam keadaan sehat serta direkomendasikan layak untuk dilepasliarkan, maka Balai Besar KSDA Sumatera Utara akan melepasliarkan kembali ke habitat alaminya, yang saat ini sedang dilakukan survey oleh Tim BBKSDA Sumut.
"Untuk mengetahui perkembangan dan kondisi Harimau Sumatera tersebut, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi observasi di Sanctuary Harimau Barumun," pungkasnya. (cr3/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/harimau-sumatera-2.jpg)