TRIBUN-MEDAN-WIKI: Adam Malik Batubara, 'Si Kancil' dari Siantar yang Jadi Wakil Presiden RI

Banyak pahlawan yang lahir di tanah Sumatera Utara. Satu di antaranya Adam Malik Batubara, mantan Wakil Presiden Indonesia.

Editor: Juang Naibaho
HO
Mantan Wakil Presiden RI, Adam Malik Batubara 

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRIBUN-MEDAN-WIKI.com – Banyak pahlawan yang lahir di tanah Sumatera Utara. Satu di antaranya Adam Malik Batubara, mantan Wakil Presiden Indonesia.

Adam Malik lahir di daerah Pematangsiantar pada 22 Juli 1917.

Ia ditetapkan sebagai pahlawan Indonesia pada tanggal 6 November 1998.

Sejarawan Kota Medan, Muhammada Aziz Rizky Lubis, mengatakan, Adam Malik adalah seorang tokoh yang sangat disegani pada masanya.

Keterlibatan Adam Malik sebagai perwakilan Indonesia dalam Deklarasi Bangkok yang dilaksanakan pada 8 Agustus 1967 mampu mewujudkan bergabungnya negara-negara di kawasan Asia Tenggara dalam payung ASEAN.

Selain itu, kiprahnya sebagai Menteri Luar Negeri juga telah berhasil membuat hubungan Indonesia dengan Malaysia kembali harmonis.

Tentunya masih banyak lagi karya-karya dari pengabdian Adam Malik pada Bangsa Indonesia.

Sebagai orang Sumatera Utara, patut berbangga memiliki tokoh-tokoh besar yang membawa perubahan, termasuk tokoh Adam Malik yang merupakan anak Siantar.

Adam Malik merupakan personifikasi utuh dari kedekatan antara diplomasi dan media massa.

Jangan kaget, kalau pria otodidak yang secara formal hanya tamatan SD (HIS) ini pernah menjadi Ketua Sidang Majelis Umum PBB ke-26 di New York dan merupakan salah satu pendiri LKBN Antara.

Kemahirannya memadukan diplomasi dan media massa mengantarkannya menimba berbagai pengalaman sebagai duta besar, menteri, ketua DPR hingga menjadi wakil presiden.

Banyak sebutan profesi yang digandrunginya, seperti wartawan, politisi, dan diplomat kawakan.

Putera bangsa berdarah Batak bermarga Batubara ini, juga dikenal sebagai salah satu pelaku dan pengubah sejarah yang berperan penting dalam proses kemerdekaan Indonesia.

Ia pun terlibat dalam dua rezim pemerintahan Soekarno dan Soeharto.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved