Pemko Medan Tak Punya Anggaran, Pengusaha Turun Tangan Perbaiki Jalan Pancing 1
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Medan Zulfansyah mengatakan, pengerasan jalan merupakan solusi sementara menunggu proyek jalan ditenderkan tahun depan.
TRIBUN-MEDAN.com - Warga menuntut Pemko Medan untuk segera memperbaiki Jalan Pancing 1, Simpang Martubung, Medan Labuhan, yang penuh lubang.
Warga bahkan sempat menutup jalan karena kesal dengan truk- truk bermuatan besar yang dianggap sebagai biang masalah jalan rusak.Warga setempat, Gifiyan, mengatakan mereka geram karena jalan berlubang tidak kunjung diperbaiki.
"Kamis lalu ada protes dari ibu-ibu yang bisa dibilang geram. Soalnya truk setiap hari lewat situ. jalan jadi rusak karena banyak lubang," ungkapnya, Sabtu (12/9/2020).
Warga lain, Linda, mengatakan jalan kembali dibuka setelah camat menjanjikan solusi.
"Saya dengar semalam Pak Camat bilang akan ada perbaikan jalan. Ya, ini kami menunggu kabar lah," katanya.
Camat Medan Labuhan Rudy Asriandy mengatakan, pengusaha setempat akan membantu untuk proyek pengerasan jalan.
"Rencananya, hari ini pengukuran oleh Dinas PU Medan," ungkapnya.
Rudy mengakui bahwa protes atas kerusakan jalan di Simpang Martubung sudah beberapa kali dilancarkan warga.
"Tahun-tahun sebelumnya juga sempat protes. Nah inilah pihak pengusaha juga akan turut membantu dari dana CSR (corporate social responsibilty) untuk pengerasan jalan. Teknisnya akan dibantu Dinas PU," kata Rudy.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Medan Zulfansyah mengatakan, pengerasan jalan merupakan solusi sementara menunggu proyek jalan ditenderkan pada tahun depan. Zulfansyah mengimbau kepada warga untuk bersabar menunggu perbaikan jalan dilaksanakan dan meminta agar jalan tidak ditutup lagi.
"Masyarakat hendaknya bersabar dengan keadaan ini. Karena wabah Covid 19, maka pembangunan jalan tertunda. Insyaallah, tahun depan jalan itu diperbaiki segera. Karena itu sebaiknya portal yang ada di jalan tersebut dibongkar untuk kepentingan bersama," pungkasnya.
Perawatan Harus Tetap Berjalan
Pengamat anggaran publik, Elfenda Nanda mengatakan, seharusnya perawatan jalan tetap bisa dilakukan.
"Anggaran pembangunan baru sudah dipastikan terpangkas 50 persen. Tapi anggaran perawatan kan tidak. Masih bisa digunakan. Kita berharap perawatan tetap berjalan agar infrastruktur tidak terlalu parah rusaknya. Ini yang sebenarnya harus diatasi. Perawatan harus tetap berjalan," ungkap Elfenda, Sabtu (12/9/2020).
Selain itu, Pemko juga bisa menggunakan anggaran tidak terduga untuk proyek yang mendesak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jalan_pancing_ditutup_simpang_martubung.jpg)