Peluncuran Bus BTS di Medan Ditunda Lagi, Dinas Perhubungan Ungkit Anggaran Pembangunan Halte

"Anggaran sebenarnya cukup banyak diperkirakan yang kita butuhkan itu kan 182 halte

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
T R IBUN-MEDAN.com/Risky Cahyadi
Pengenalan bus Buy The Service oleh Pemerintah Kota Medan melalui Kementerian Perhubungan pada Februari lalu di depan Lapangan Merdeka Medan 

T R IBUN-MEDAN.com - Setelah disebut-sebut akan dilaunching bulan September 2020, nyatanya transportasi massal layanan Skema Buy The Service (BTS) di Medan dipastikan ditunda kembali peluncurannya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Iswar Lubis usai menghadiri rapat pembahasan P.APBD kota Medan tahun anggaran 2020 bersama komisi IV DPRD Medan di Gedung Dewan, Selasa (15/9/2020).

Meski mengalami penundaan kembali Iswar mengatakan bahwa bus tersebut sudah memasuki tahap karoseri.

Dikatakannya kemungkinan besar Bus akan dilaunching pada bulan Oktober 2020 mendatang.

"Tanggal dan waktunya belum bisa kita pastikan ya, tapi informasi yang kita peroleh sampai saat ini, bus itu sudah di karoseri, dalam proses. Tapi Insya Allah Oktober," katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis usai menghadiri rapat pembahasan P.APBD kota Medan tahun anggaran 2020 bersama komisi IV DPRD Medan di Gedung Dewan, Selasa (15/9/2020).
Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis usai menghadiri rapat pembahasan P.APBD kota Medan tahun anggaran 2020 bersama komisi IV DPRD Medan di Gedung Dewan, Selasa (15/9/2020). (T R IBUN-Medan.com/Gita)

Dikatakan Iswar terdapat permasalahan di pemko Medan dan pihak ketiga terkait pengadaan halte dan rambu, sehingga saat ini belum dapat dilihat satu halte pun yang terbangun.

Ia mengatakan, pihak ketiga yang dulunya digadang-gadang akan membangun halte nyatanya mengajukan waktu lebih lama karena disebut terimbas Pandemi Covid-19, sementara pengadaan bus dari kementrian terus berjalan sehingga kata Iswar pihaknya harus mengambil langkah lain agar saat bus sampai di Medan, pemko Medan sudah menyediakan halte dan rambu.

"Anggaran sebenarnya cukup banyak diperkirakan yang kita butuhkan itu kan 182 halte. Selama ini kami mencoba tidak menggunakan APBD, tapi karena dapat musibah (Pandemi Covid-19) ternyata pihak ketiga yang selama ini kita gadang-gadang bisa berpartisipasi, baru memberi masukan mereka minta waktu 3 sampai 4 bulan ke depan dan itu juga melihat situasi ekonomi, sementara ini prosesnya terus berjalan," katanya.

PILKADA MEDAN - CRC Rilis Survei Elektabilitas 2 Bapaslon Wali Kota Medan

Dikarekanakan hal tersebut kata Iswar, pihaknya kemudian mengajukan penggeseran anggaran, agar beberapa anggaran yang sudah ada di Dishub dapat digeser untuk pengadaan halte ataupun rambu BTS tersebut.

"Sehingga kami mengajukan anggaran kami yang sudah ada, coba digeser beberapa, sedikit saja, kurang lebih hanya Rp. 2,1 Milyar yang kita mintakan digeser, sehingga minimal kalaupun tidak bisa halte ada rambu lah yang kita pasang, tandanya di mana tempat berhenti, ini yang sedang kita ajukan di komisi D selanjutnya beliau-beliau lah yang punya wewenang," ucapnya.

Saat ini kata Iswar Komisi IV tengah melakukan rapat internal apakah nantinya pergeseran anggaran tersebut dapat disetujui atau tidak.

"Kita coba ajukan mumpung ada P.APBD coba dari anggaran yang ada kita geser sedikit aja minimal dapat 10 halte lah, 1 koridor 2 halte aja tandanya, sisanya nanti kita buat dengan rambu," ucapnya.

Iswar mengatakan seharusnya jika tidak ada pandemi Covid-19, dana APBD tidak keluar satu sen pun untuk pembangunan halte, namun karena penundaan waktu yang belum pasti tersebut, katanya pihaknya harus menggeser anggaran.

"Selama ini kami menggandeng pihak ketiga, kalau memang ada pihak ketiga yang membangun halte dan tidak menggunakan APBD kenapa tidak? Artinyakan mungkin menyangkut pandemi ini mereka juga mengalami krisis ekonomi sehingga tertunda," katanya.

Terkait besar bus Iswar mengatakan ada bus sedang untuk 3 koridor sementara untuk dua koridor ada bus besar, satu bus diisi 40 orang.

Iswar mengatakan ada atau tidaknya halte bus BTS tersebut ditentukan oleh hasil rapat internal komisi IV.

"Tugas kita (pemko Medan) tinggal menyediakan koridor dan rambu, tergantung beliau-beliau ini (komisi IV DPRD Medan)
Kalau ada anggaran kita mainkan kalau tidak ada ya biarkan aja lepas," pungkasnya.

(cr21/t r ibun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved