Angin Puting Beliung Hantam Sekolah di Percut Seituan, Bangunan SMK Negeri 1 Rusak Ditimpa Pohon
Hujan deras disertai angin kencang pada Selasa (15/9/2020) sore, merusak bangunan sekolah SMK Negeri 1 Percut Seit.
T R IBUN-MEDAN.com- Hujan deras disertai angin kencang pada Selasa (15/9/2020) sore, merusak bangunan sekolah SMK Negeri 1 Percut Seituan.
Kerusakan diakibatkan sejumlah pohon tumbang menimpa sekolah tersebut.
Amatan T r ibun-Medan.com, Rabu (16/9/2020) tampak beberapa pekerja melakukan pemotongan pohon tumbang yang menimpa beberapa ruangan kelas.
Wakil Kepala SMKN 1 Percut Sei Tuan bidang Kesiswaan, Sukirman mengungkapkan bahwa kejadian berlangsung pukul 4 sore saat para jajaran sekolah melakukan rapat koordinasi untuk menyambut Dirjen Vokasi pada Kamis mendatang.
Sukirman menyebutkan bahwa imbas dari hujan disertai angin kencang membuat 13 pohon tumbang mengenai atap sekolah.
"Kejadiannya ini pukul 16.00 WIB kami masih berada di sekolah, betapa angin puting beliung itu sangat kencang bersamaan dengan hujan yang cukup deras yang membuat 13 pohon itu tumbang yang dampaknya sangat luar biasa," ungkap Sukirman, Kamis (16/9/2020).
Selain belasan pohon tumbang, tampak tiang bendera yang tepat berada di tengah lapangan ikut patah.
Sukirman menjelaskan bahwa pohon tumbang ini menyebabkan beberapa kerusakan seperti ruangan kelas dan atap kelas yang tertimpa pohon besar yang cukup tinggi.
"Pohon-pohon tumbang ini karena sudah relatif tinggi sehingga tumbangnya ini langsung menimpa beberapa ruangan kelas yang ada asbes nya pecah, ada juga kamar mandi yang kena karena pohonnya ini terbongkar dari bawah. Tapi itulah kehendak alam yang kami yakin memang dari Allah SWT," ujarnya.
Sebagai upaya tanggap darurat akibat tumbangnya pohon, Sukirman mengatakan jika SMKN 1 Percut Sei Tuan melakukan pemotongan pohon-pohon yang tampak cukup tua tersebut.
"Dalam upaya tanggap darurat, hari ini kita melakukan pemotongan yang diperintahkan bapak Kepala Sekolah, pak Kasni untuk bisa dilakukan sterilisasi dan kami akan membuat suatu laporan kepada Kadis yang direncanakan siang nanti akan turut meninjau juga untuk menyampaikan arahan dan bimbingan," kata Sukirman.
Sukirman mengatakan jika ada sekitar empat ruang kelas dan empat kamar mandi yang terkena tumbangnya pohon. Dalam hal ini, Sukirman tidak menampik jika kerugian yang dialami cukup besar memakan biaya kurang lebih Rp 100 juta.
"Kami perkirakan kerugian Rp 100 juta tidak kemana ini, dan yang paling besar itu di ruangan kelas yang ketika sudah amblas harus kita rehab baik dari dindingnya, atap, platform, jadi kalau secara kasat mata tidak kurang dari Rp 100 juta itu," tuturnya.
Siswa yang memiliki keperluan sekolah juga turut tercengang dengan bangunan sekolah mereka. Tampak para siswa tersebut terkejut saat melihat ruang kelas mereka yang sudah tak memiliki atap sebagian.
"Terkejut lah, pas dilihat kok udah banyak yang tumbang pohon kena ruangan kelas. Ya karena memang pohonnya udah tua juga dan besar. Ya semoga cepat diperbaiki dan gak ada kejadian ini lagi," pungkas seorang siswa kelas 11.
(cr13/t r ibun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pohon-tumbang-menimpa-bangunan-sekolah-smkn-1-percut-seituan.jpg)