TRIBUN-MEDAN-WIKI: Sirih sebagai Suguhan Tradisi Adat Karo
Daun sirih sudah tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia sebagai makanan atau suguhan tradisi.
Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar
TRIBUN-MEDAN-WIKI.com – Daun sirih sudah tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia sebagai makanan atau suguhan tradisi.
Biasanya makan sirih merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh berbagai suku di Indonesia.
Berdasarkan jurnal bertajuk “Pengaruh Budaya Makan Sirih Terhadap Status Kesehatan Periodontal pada Masyarakat Suku Karo di Desa Tiga Juhar Kabupaten Deliserdang” oleh Mestika Lumbantoruan, bahwa kebiasaan makan sirih ini merupakan tradisi yang dilakukan turun menurun pada sebahagian besar penduduk pedesaan.
Mulanya berkaitan erat dengan adat kebiasaan masyarakat setempat.
Adat kebiasaan ini biasanya dilakukan pada saat acara yang sifatnya ritual.
Begitu pula dengan suku Karo yang memiliki adat kebiasaan tersebut pada tradisi mereka.
Kebiasaan ini dijumpai tersebar luas di kalangan penduduk wanita suku Karo.
Menurut Dentika J dalam jurnalnya, pada mulanya menyirih digunakan sebagian suguhan kehormatan untuk orang orang/tamu-tamu yang dihormati pada upacara pertemuan atau pesta perkawinan.
Dalam perkembangannya, budaya menyirih menjadi kebiasaan memamah selingan di saat santai.
Menurut Boedihardjo dalam jurnalnya, bahwa suku Karo memiliki kesamaan kebiasaan yang salah satunya yaitu mengunyah sirih dengan daun sirih, pinang, gambir, dan kapur sebagai bahan dasar.
Namun dari hasil penelitian Enos dalam jurnalnya, menunjukkan bahwa terdapat hubungan budaya makan sirih yang meliputi tradisi makan sirih (p=0,101), komposisi sirih (p=0,024), frekuensi makan sirih (p=0,018), lamanya makan sirih (p=0,031).
Kemudian pembuktian bahwa sirih merupakan makanan tradisi suku Karo, hal ini terbukti dari data berdasarkan hasil survey di Puskesmas Tiga Juhar 2016.
Bahwa pasien yang datang dengan keluhan gigi dan mulut ke Puskesmas Tiga Juhar sebagian adalah wanita yang sering mengonsumsi sirih.
Keadaan ini dimaklumi karena mayoritas penduduknya adalah suku Karo (95,5%), sehingga kebiasaan makan sirih menjadi budaya secara turun menurun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tradisi-bersirih-atau-kunyah-sirih.jpg)