DPRD Sumut Habiskan Rp 2,5 Miliar Untuk Raker di Masa Pandemi Covid-19, Ini Kata Pengamat
DPRD Sumut diketahui melakukan Rapat Kerja di Hotel Labersa, Balige, Kabupaten Toba, dengan anggaran diduga sebesar Rp 2,5 miliar.
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribun Medan/Liska Rahayu
TRIBUN-MEDAN.Com, MEDAN - Pengamat Pemerintahan Arifin Saleh Siregar menilai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut harus bisa memilah skala prioritas saat pandemi Covid-19.
Hal ini lantaran DPRD Sumut diketahui melakukan Rapat Kerja di Hotel Labersa, Balige, Kabupaten Toba, dengan anggaran diduga sebesar Rp 2,5 miliar.
Dikatakannya, jika tidak urgen, maka lebih baik ditunda.
"Jadi yang seperti inilah yang seharusnya ditunda itu. Ditunda, lalu anggarannya dialihkan untuk penanganan Covid-19," katanya, Senin (21/9/2020).
• GSJPSU Geruduk DPRD Sumut, Sudah 75 Tahun Jalan Lintas Paluta Tak Tersentuh, Kondisi Sangat Buruk
Ia mengatakan, rapat kerja atau raker bisa dilakukan di mana saja.
Bahkan bisa dilakukan di kantor DPRD Sumut, sehingga hemat anggaran dan dapat digunakan untuk keperluan lain.
"Jadi tanpa ke sana pun bisa sebenarnya. Bisa saja rakernya, katakanlah di kantor DPRD. Jadi anggarannya bisa dialihkan, karena belum urgent dia," katanya.
Ia pun mengatakan, jika sudah ditetapkan di APBD, maka bisa saja tidak dilakukan atau dialihkan.
"APBD kan mereka juga yang menetapkan para anggota dewan itu. Makanya kita minta para wakil rakyat itu bisa melihat dengan asas skala prioritas. Mana yang prioritas tidak bisa ditunda, kalau perlu dilakukan, dilakukanlah. Tapi kalau misalnya masih bisa ditunda, masih bisa dialihkan ke tempat yang lain ya timang-timanglah," ujarnya.
Dikatakannya, raker memang agenda biasa yang dilakukan oleh anggota dewan.
Namun di masa pandemi seperti ini, sebaiknya raker tersebut dilakukan di dalam kota saja.
Melaksanakan raker di luar kota dengan anggaran besar, menurut dia, dapat menunjukkan apakah para anggota dewan tersebut memiliki sense of crisis atau tidak.
"Sebenarnya di sini jugalah ditunjukkan sense of crisis para anggota dewan itu terhadap kondisi yang ada. Kalau misal ada alasan, ini kan biasa, sudah dianggarkan. Ya dibatalkan saja juga biasa. Atau alihkan anggarannya. Toh mereka juga nanti yang menyepakati dan menetapkan itu," katanya.
Rapat Kerja (Raker) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara, yang dilaksanakan di Hotel Labersa, Balige, Kabupaten Toba, mengundang pertanyaan masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/rapat-kerja-dprd-sumut-di-labersa-hotel-balige.jpg)