News Video
Warga Geruduk DPRD Sumut Tuntut Pembangunan Jalan di Paluta yang Rusak dan Berlumpur
Massa yang tergabung dalam Gerakan Selamatkan Jalan Provinsi Sumut (GSJPSU) Kecamatan Dolok Kabupaten Padang Lawas Utara
Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Hendrik Naipospos
TRIBUN-MEDAN.COM - Massa yang tergabung dalam Gerakan Selamatkan Jalan Provinsi Sumut (GSJPSU) Kecamatan Dolok Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) menggelar aksi di DPRD Sumut, Senin (21/9/2020).
Pengamatan wartawan T r i b u n Medan, massa membentangkan dua spanduk bergambar kondisi jalan Desa Dalihan Natolu menuju Desa Pasar Sipiongot sepanjang 5 km yang berlobang dan berlumpur.
Para massa aksi diterima Anggota Komisi D DPRD Provinsi Sumatera Utara, Ustaz H Syahrul Siregar.
Kordinator Aksi GSJPSU, Budiman Tanjung menyebutkan bahwa Jalan Lintas di Kecamatan Dolok sudah 75 tahun tidak tersentuh dan kondisinya tidak layak dilalui masyarakat.
"75 tahun bangsa ini sudah merdeka tapi kondosi jalan di tempat kami masih berlumpur, tidak bisa dilewati kenderaan, kami harap pemerintah memperhatikan lah, Slogan Sumut Bermartabat masih belum menyentuh kami," ungkapnya dengan suara lantang.
Selain itu, Budiman juga menjelaskan kondisi Jalan di Desa Janji Matogu menuju Desa Sibio-bio sepanjang 17 km juga dengan kondisi tanah yang berlumpur.
"Padahal jalanan ini menghubungkan kecamatan Dolok Kabupaten Padang Lawas Utara dengan Kecamatan Aek Bilah Tapsel. Kami meminta DPRD Sumut segera menganggarkan alokasi dana tahun 2021 melalui APBD Sumut untuk menganggarkan," tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menyebutkan jalan lainnya yang penuh tanah berlumpur, aspal yang hancur dan berlobang ada di daerah Desa Binanga Panasahan menuju Desa Janji Manahan, Kecamatan Dolok, sepanjang 17 km.
"Kami juga meminta DPRD memperbaiki jembatan yang berada di Desa Pijorkoling menuju Desa Binanga Panasahan. Dimana kondisi jembatan sudah tidak layak lagi dilewati roda empat, dan dikhawatirkan memakan korban jiwa," jelasnya.
Ia menyebutkan hahwa dengan jalanan yang rusak dan tak terjamah aspal tersebut berdampak pada sektor pendidikan, kesehatan, dan perekonomian.
"Wilayah Dolok memiliki potensi besar akan sumber daya alam yang baik. Namun potensi sumber daya alam tersebut tidak dimaksimalkan, Jalan tidak memadai, yang berakibat pada sektor perekonomian, tingginya harga, besarnya ongkos pengangkutan membuat kita mahasiswa datang kedepan kantor dewan ini, " Kata
Budiman menjelaskan, mereka sudah pernah menggelar aksi beberapa bulan lalu namun hingga kini belum ada titik terang dari pemerintah untuk memperbaiki infrasturuktur di kecamatan dolok.
"Kami tegas meminta kepada DPRD Sumut untuk segera menganggarkan dana pada tahun 2021, untuk perbaikan empat wilayah jalan yang saat ini rusak parah ini," tegasnya.
Selain itu, Para Mahasiswa juga mendesak DPRD Sumut Dapil 7 Tabagsel agar lebih memprioritaskan pembangunan infrasturuktur ke Kecamatan Dolok.
(vic/tribunmedan.com)