Daya Beli Menurun, Gaikindo Revisi Target Penjualan Jadi 600 Ribu Unit
Kukuh mengatakan, pihaknya merevisi target penjualan tahun 2020 yang semula 1.050.000 unit menjadi 600 ribu unit.
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Dampak pandemi Covid-19 terhadap industri KBM (penjualan kendaraan bermotor) roda empat, daya beli menurun hingga 50 persen.
Hal ini diungkapkan Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara dalam diskusi virtual MarkPlus Industry Roundtable, Automotive Industry Perspective, Selasa (22/9/2020).
Kukuh mengatakan, pihaknya merevisi target penjualan tahun 2020 yang semula 1.050.000 unit menjadi 600 ribu unit. Begitu juga produk dan ekspor CBU menyesuaikan.
• Investor Akan Beralih ke Saham, Harga Emas Diprediksi Akan Terus Melandai
"Kami memprediksi total penjualan roda empat di tahun 2020 di kisaran 600 ribu dan total produksi sekitar 775 ribu dimana 175 ribunya untuk ekspor. Pasar ekspor ini cukup penting karena kita mulai diterima di banyak negara, ada 80 negara," ucapnya.
Ia menjelaskan, industri otomotif menjadi salah satu lokomotif perekonomian. Jumlah tenaga kerja langsung dan tak langsung sebanyak 1,5 juta karyawan. Sektor otomotif di samping menjadi lokomotif juga kontribusinya terhadap GDP (gross domestic product) cukup besar, menjadi salah satu industri prioritas lebih kurang 3,02 persen.
Menurutnya, produksi dan penjualan kendaraan bermotor mulai Juni 2020 ada kenaikan, akan tetapi dibandingkan dengan tahun 2019 pada periode yang sama mengalami penurunan.
Ekspor CBU kendaraan bermotor mulai Juni 2020 juga ada kenaikan, akan tetapi dibandingkan tahun 2019 pada periode yang sama mengalami penurunan, sedangkan untuk impor CBU mulai April 2020 terus menurun.
"Indonesia sudah masuk 1 million club potensi sebagai basis industri otomotif. Dalam kondisi Covid-19 kita tetap mendorong dan mengoptimalkan penjualan di domestik dan ekspor, bekerjasama dengan pemerintah, Kementerian Luar Negeri, Perindustrian dan Perdagangan berupaya untuk melakukan relokasi order internasional," kata Kukuh.
Diakuinya, pasar kendaraan bermotor di Indonesia didominasi 98 persen low medium segmen dengan harga masih di bawah Rp 300 juta.
Selain itu, lanjutnya, rasio kepemilikan kendaraan di Indonesia sudah naik kelas sedikit dari beberapa waktu yang lalu yakni 87 unit mobil per 1.000 orang dan saat ini sudah mencapai 99 unit mobil per 1.000 penduduk. Meski pun begitu, rasio kepemilikan ini lebih rendah bila dibandingkan dengan negara tetangga.
"Kita bandingkan dengan Malaysia, rasio kepemilikan mobil di Malaysia 490 unit mobil per 1.000 penduduk dan Thailand 275 unit," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/25102019_suasana_giias_danil_siregar-1.jpg)