Klaster Baru Corona Pasar Melati Medan

Teman Pedagang Pasar Melati Sempat Melihat Boru Kaban Pucat dan Tak Sehat

Nurlela mengatakan, dirinya terkejut mendengar kabar temannya tersebut meninggal karena biasanya tidak pernah sakit.

TRIBUN MEDAN/VICTORY
REKAN sesama pedagang di Pasar Melati Medan ternyata sempat melihat rekannya yang meninggal akibat Covid-19. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Rekan sesama pedagang di Pasar Melati Medan ternyata sempat melihat rekannya yang meninggal akibat Covid-19.

Hal ini disampaikan Nurlela boru Tarigan, pedagang telur yang mengikuti rapid test di blok jualan sayur dan daging di Pasar Melati.

"Jualan kami itu dekat-dekatan sama dia. Aku dengar dia meninggalnya hari Senin (21/9/2020). Tapi hari kamis (17/9/2020) masih jualan. Masih jualan dia pagi-pagi," ungkapnya kepada Tri bun.

Ia menyebutkan memang kondisi ibu tersebut yang diketahui boru Kaban kelihatan kurang sehat.

"Nampaknya pun dari jauh dia memang udah enggak sehat. Pas dia nimbangin cabe, nggak serius gitu. Rupanya pulang dari pajak dia langsung ke rumah sakit Bina Kasih. Di situ langsung diterusin sama anaknya. Kurasa enggak tahan lagi dia," jelas Nurlela.

Nurlela mengatakan, dirinya terkejut mendengar kabar temannya tersebut meninggal karena biasanya tidak pernah sakit.

"Dia nggak pernah sakit ku tengok, suaminya yang biasanya sakit rematik gitu. Baru dialah sakit langsung meninggal. Aku pun heran kenapa bisa meninggal karena masih jualan hari Kamis itu," katanya.

Dari 120 Orang Rapid Test di Pasar Melati, 5 Orang Reaktif dan Akan Jalani Swab Esok Hari

Ia menyebutkan alasan mengikuti rapid test untuk menghindari penularan Covid19.

"Alasan rapid ingin tahu juga karena saudara saya kan banyak. Daripada keluarga saya kenak semua, mending saya periksa dulu," pungkasnya.

Sementara, penjual daging boru Sembiring mengungkapkan bahwa dirinya juga melihat boru Kaban tersebut sudah kurang sehat.

"Minggu lewatlah ketemu sama dia. Di situ ku tanya sama dia kenapa kau. Kan itu kepalanya di bungkus gitukan abis itu pake jaket. Trus jawabnya inilah kena influenza itu karena hujan semalam itu. Di situ kulihat mukanya agak sembam," jelasnya.

Lalu, Sembiring kembali belanja dan selanjutnya anaknya yang sudah menjaga lapak tersebut.

"Baru pas belanja lagi, aku jumpa sama anaknya. Mana mamak aku tanya, kata anaknya opname Bi. Baru kemarin Senin ku dengar kabar dari orang sini, udah nggak ada ibu itu (meninggal)," jelasnya.

Pasar Melati Jadi Klaster Baru Covid-19 di Medan, Tim Gabungan Kembali Razia Masker

Ia menyebutkan, ibu Kaban tersebut memang memiliki riwayat penyakit lambung dan itu yang menyebabkan meninggal dan bukan karena Covid-19.

"Setahu aku, sehat kali dia itu. Cuman kumat lambungnya. Menurut aku lambungnya itu yang bermasalah bukan karena Covid-19. Tapi mendengar ini, terkejut akulah. Nggak pernah dia sakit, memang sering dia terlambat makan," ungkapnya.

"Alasan rapid manatau kami ntah kenapa, mending periksalah yakan," pungkas Sembiring.(vic/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved