Pilkada Wali Kota Medan 2020

Jumpa Relawan, Akhyar Bicara Soal Penanganan Banjir dan Jalan Rusak di Medan

Dalam pertemuan tersebut, RASA mendeklarasikan dukungan mereka terhadap Akhyar dan Salman yang disebut pasangan AMAN.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Calon Wali Kota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution (kiri) melantik deklarasi Relawan Akhyar Salman Alfarisi (RASA), di Medan, Sabtu (26/9/2020). Akhyar menghadiri sekaligus melantik deklarasi RASA dari Alumni SMAN 3 Medan. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Calon Wali Kota Medan nomor urut satu Akhyar Nasution bertemu teman-teman alumni SMA Negeri 3 Medan yang tergabung dalam pengurus Relawan Akhyar Salman Alfarisi (RASA) yang baru saja ia kukuhkan, Sabtu (26/9/2020).

Calon Wali Kota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution (tengah) berfoto bersama relawannya di Medan, Sabtu (26/9/2020). Akhyar menghadiri sekaligus melantik deklarasi RASA dari Alumni SMAN 3 Medan.
Calon Wali Kota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution (tengah) berfoto bersama relawannya di Medan, Sabtu (26/9/2020). Akhyar menghadiri sekaligus melantik deklarasi RASA dari Alumni SMAN 3 Medan. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Dalam pertemuan tersebut, RASA mendeklarasikan dukungan mereka terhadap Akhyar dan Salman yang disebut pasangan AMAN.

Dalam kesempatan itu, Akhyar menjelaskan beberapa permasalahan yang dihadapi Kota Medan selama ini. Salah satunya banjir.

Ia mengatakan, langkah yang akan dilakukan untuk menjelaskan berbagai persoalan yang ada di Kota Medan. Sebagai petahana, Akhyar mengakui jika persoalan banjir menjadi hal yang sangat mendesak.

Calon Wali Kota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution (tengah) berfoto bersama relawannya di Medan, Sabtu (26/9/2020). Akhyar menghadiri sekaligus melantik deklarasi RASA dari Alumni SMAN 3 Medan.
Calon Wali Kota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution (tengah) berfoto bersama relawannya di Medan, Sabtu (26/9/2020). Akhyar menghadiri sekaligus melantik deklarasi RASA dari Alumni SMAN 3 Medan. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

"Sudah banyak perubahan yang terjadi di Kota Medan, meskipun harus di akui banyak pulak yang (harus) dilanjutkan," kata Akhyar.

Menurut Akhyar, salah satu persoalan yang sedang menjadi fokusnya adalah banjir yang kerap terjadi ketika curah hujan tinggi melanda wilayah Kota Medan.

Akhyar mengatakan, persoalan banjir disebabkan oleh beberapa hal, pertama, terjadinya pendangkalan sungai yang membelah Kota Medan dan kedua adalah kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Calon Wali Kota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution hadiri pelantikan deklarasi Relawan Akhyar Salman Alfarisi (RASA), di Medan, Sabtu (26/9/2020). Akhyar menghadiri sekaligus melantik deklarasi RASA dari Alumni SMAN 3 Medan.
Calon Wali Kota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution hadiri pelantikan deklarasi Relawan Akhyar Salman Alfarisi (RASA), di Medan, Sabtu (26/9/2020). Akhyar menghadiri sekaligus melantik deklarasi RASA dari Alumni SMAN 3 Medan. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

"Oleh sebab itu, kedepan yang dibutuhkan oleh Kota Medan itu bukan saja pembangunan fisik, tapi pembangunan peradaban manusianya," ujarnya.

Mantan wakil wali kota dan pelaksana tugas Wali Kota Medan itu mencontohkan kondisi yang terjadi di kawasan Medan Marelan. Meski diapit oleh dua sungai, tetapi banjir masih kerap terjadi.

Dari hasil analisis yang telah dilakukan, hal tersebut tejadi lantaran permukaan air di sungai yang lebih tinggi sehingga tidak mampu menampung curah hujan.

"Kalau kita lihat misalnya di daerah Marelan yang diapit oleh dua sungai yakni Sungai Babura dan Sungai Deli, juga terjadi banjir. Ternyata permukaan sungai yang lebih tinggi dari daratan," ungkapnya.

Sehingga, ia mengatakan, langkah yang akan dilakukan ke depan adalah melakukan pengerukan. Sebab, terjadi pendangkalan sungai sehingga tidak mampu menampung air yang mengalir.

"Kalau kita ingat, terkahir kali dilakukan normaliasai itu pada tahun 80-an, itu pun hanya Sungai Deli. Sehingga telah terjadi sedimentasi yang luar biasa. Sedangkan sungai lain belum ada normalisasi," beber lulusan teknik sipil itu.

Kata Akhyar, selain menyelesaikan persoalan drainase di Kota Medan, hal yang akan dilakukan adalah pembangunan peradaban manusia. Mengingat masih banyaknya, perilaku masyarakat yang masih abai menjaga kebersihan.

Selain persoalan fisik, ada persoalan sosial masyarakat. Dan hal tersebut tidak sesederhana seperti apa yang dibicarakan dan didiskusikan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved