Sejarah Hari Ini 27 September 1937, Punahnya Harimau Bali, Subspesies Terkecil yang Mati Dibunuh

Ada beberapa penampakan dalam beberapa tahun kemudian, tetapi tidak pernah terbukti bahwa harimau Bali masih ada.

People.uwec.edu
Harimau Bali diburu 

Harimau Bali memiliki nama ilmiah Panther tigris Balica dan mulai hidup pada Zaman Pleistosen (20.000 tahun yang lalu).

Ukuran harimau Bali bisa mencapai tujuh kaki dan beratnya 200 pon.

Harimau ini mempunyai warna bulu oranye gelap dan sedikit garis.

Hal yang paling khas dari harimau ini adalah adanya pola atau corak seperti batang di kepalanya.

Harimua Bali berhubungan dekat dengan harimau Jawa.

Ada dua penjelasan mengenai perbedaan anatomi dan habitat keduanya.

Baru Jadi Youtuber, Nikita Mirzani Bisa Miliki Penghasilan hingga Rp 500 Juta dari Kanal Youtubenya

Baru Jual Celana Dalam, Dinar Candy Dapat Kiriman Santet di Depan Rumah: Aku Gak Balas Dendam

Teori 1: pembentukan Selat Bali segera setelah Zaman Es terakhir (sekitar 10.000 tahun yang lalu) memisahkan populasi nenek moyang bersama yang terakhir (last common ancestor) dari kedua subspesies itu.

Keduanya kemudian berkembang secara independen selama beberapa ribu tahun berikutnya.

Teori 2: hanya Bali atau Jawa yang dihuni harimau, dan setelah Bali dan Jawa terpisah, ada harimau yang berenang menyeberangi Selat Bali untuk pindah dari Jawa ke Bali atau sebaliknya.

Diburu dan Punah

Kemungkinan hanya ada sedikit harimau Bali, bahkan ketika jumlah populasinya memuncak.

Harimau-harimau itu dianggap orang Bali sebagai roh jahat.

Bahkan, kumis harimau digiling untuk membuat racun.

Namun, harimau Bali baru benar-benar terancam ketika para pemukim Eropa datang ke Bali.

Selama 300 tahun berikutnya, harimau Bali diburu orang Belanda karena dianggap sebagai gangguan atau digunakan untuk berolahraga.

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved