Babak Baru Pilkada di Sumut

Pengamat Nilai Pasangan Calon Harus Edukasi Masyarakat Agar Taat Protokol Kesehatan

Paslon melalui tim kampanye maupun tim sukses yang mengedukasi masyarakat agar taat pada protokol kesehatan saat kampanye.

TRIBUN MEDAN / HO
Pengamat Sosial FIS Unimed, Bakhrul Khair Amal. 

TRI BUN-MEDAN.com, Medan - Pengamat sosial dari Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Medan (Unimed), Bakhrul Khair Amal mengatakan, dalam masa kampanye, pihak paslon harus menjalankan protokol kesehatan sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan dalam PKPU.

Dirinya berharap, paslon melalui tim kampanye maupun tim sukses yang mengedukasi masyarakat agar taat pada protokol kesehatan saat kampanye.

"Kita kan yang memediasi dan memfasilitasi masyarakat ini. Tim sukses dan tim kampanye harus memberikan pandangan yang tepat dalam menjalankan protokol kesehatan selama kampanye. Atau adalah garansi bakal tidak terjadi apa-apa terkait pandemi selama kampanye ini," ujar Bakhrul Khair Amal, Senin (28/9/2020).

Pada kesempatan tersebut, dirinya mempertanyakan bagaimana keadilan, kepastian, dan kemanfaatan bagi keamanan, kenyamanan, dan kesehatan masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Kampanye Hari Pertama Melanggar Protokol Kesehatan, Dua Kubu Paslon Sebut Besarnya Animo Masyarakat

"Apakah ada keadilan, kepastian, dan kemanfaatan bagi keamanan, kenyamanan dan kesehatan masyarakat. Jangan masyarakatnya yang ditanya, masyarakat pasti akan hadir, tapi bagaimana kita mengedukasi akan adanya pandemi ini," sambungnya.

Animo masyarakat dalam kampanye justru harus dijadikan sebagai wadah edukasi bagaimana penanggulangan Covid-19 saat ini.

Dengan demikian, masyarakat jangan pernah disalahkan dalam masa kampanye terkait penerapan protokol kesehatan.

"Jangan masyarakat yang dipersalahkan. Pihak yang kampanye yang memberi wadah dan fasilitas bagi kerumunan yang akibatkan penyebaran Covid-19 di masa pandemi," lanjutnya.

Malah, dia memilih kampanye yang menghindari kerumunan agar tidak tercipta klaster baru penyebaran Covid-19.

"Tim kampanye ataupun tim sukses itu tidak perlu memobilisasi, headline to head saja, tidak untuk membuat kerumunan akibat datangnya orang dari beberapa titik," katanya.

Seluruh Paslon Pilkada Asahan Sudah Laporkan LADK, Tim Kampanye Surya-Taufik Siapkan Rp 205 Juta

"Kita tidak boleh menyalahkan masyarakat. Visi dan misi itu disampaikan dan itu penting, tapi cara penyampaiannya yang harus head to head, mencegah adanya kerumunan," lanjutnya.

Sejak awal, penanggulangan Covid-19 ini telah dilakukan dengan adanya pembatasan di spot-spot keramaian masyarakat; rumah ibadah, sekolah, dan pusat perbelanjaan.

"Terkait kerumunan, saat ini sekolah tutup, di tempat ibadah pun berjarak, mall dan tempat belanja pun dibatasi bahkan pernah ditutup juga, masa pada kampanye tidak ada pengaturan jarak. Kalau animo masyarakat tinggi, tapi tetap juga harus menjalankan protokol kesehatan," pungkasnya. (cr3/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved