Pendemo Minta Kejagung Copot Kajari Deliserdang Lantaran Dituding Terlibat Pemerasan

Kajari Deliserdang Teguh Wardoyo memilih bungkam setelah diperiksa KPK terkait dugaan skandal pemerasan serta korupsi

Editor: Array A Argus
T R IBUN-MEDAN.com/Indra Gunawan
Forak melakukan aksi unjukrasa di depan gerbang kantor Kejaksaan Negeri Deliserdang Selasa, (29/9/2020). 

T R I B U N-M E D A N.com,PAKAM-Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Deliserdang Teguh Wardoyo sempat diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Teguh Wardoyo diduga terlibat pemerasan terhadap oknum pejabat Pemkab Deliserdang yang disinyalir melakukan korupsi.

Akibat tersandung skandal dugaan suap ini, Teguh Wardoyo pun didemo masyarakat. 

Tahanan KPK Japorman Saragih Positif Covid-19, Sebelumnya Sang Putri Meryl Saragih Kena Corona

Pada Selasa (29/9) siang, massa yang menumpangi motor dan mobil pikap ini mendesak agar Teguh Wardoyo mundur dari jabatannya.

Bahkan, massa meminta agar Kejaksaan Agung (Kejagung) RI segera mencopot Teguh Wardoyo.

Massa merasa malu punya penegak hukum, tapi terlibat skandal dugaan suap dan korupsi.

"Teguh Wardoyo tidak layak memimpin di Deliserdang ini.

Kami malu punya penegak hukum tapi terlibat kasus pidana," teriak massa menggunakan pengeras suara, Selasa (29/9/2020).

Tak Becus Tangani Aset dan Pajak, Empat Kota di Sumatera Utara Diultimatum KPK

Dari amatan Tribun Medan, massa membawa sejumlah poster yang berisikan kecaman.

Bahkan, massa turut mendesak agar KPK segera menuntaskan kasus pidana yang mendera Teguh Wardoyo.

"Kami bukan benci secara personal, kami benci cara kepemimpinannya," teriak pendemo bernama Muhri.

Dia mengatakan, sudah semestinya Kabupaten Deliserdang ini memiliki penegak hukum yang bersih dari skandal apapun.

"Maling kecil ditangkap, tapi maling besar dibiarkan," teriak massa.

Saat pendemo menyampaikan aspirasi, sejumlah jaksa yang bertugas di bagian Intelijen cuma bisa melongo dari dalam kantor.

Ternyata Pegawai KPK Banyak Mundur, Desas-desusnya Internal tak Kondusif, Masalah Ini Penyebabnya

Tak satpun pegawai yang berani berkomentar tentang kasus pidana yang mendera Teguh Wardoyo.

Guna kepentingan konfirmasi, Tribun Medan sempat berupaya mengonfirmasi masalah ini kepada Teguh Wardoyo.

Sayangnya, nomor selular Teguh sudah tidak aktif.

Begitu juga dengan Kasi Intelijen Kejari Deliserdang Ricardo Marpaung.

Pesan singkat yang dilayangkan kepada Ricardo tak kunjung berbalas.

Suasana Dalam Lembaga KPK tak Kondusif, Febri Diansyah Memilih Mundur Terlebih Firli Jadi Ketua KPK

Berkenaan dengan kasus yang mendera Teguh Wardoyo, ada kabar bahwa pemeriksaan KPK ini berkait paut dengan kasus yang ada di Dinas Perizinan Pemkab Deliserdang.

Teguh Wardoyo disinyalir memeras Kadis Perizinan Pemkab Deliserdang Syarifah Adawiyah.

Sayangnya, ketika hendak ditemui di ruang kerjanya, Syarifah meminta anggotanya agar mengarahkan awak media kepada Kepala Seksi Pengaduan.

"Sudah saya bilang tadi sama Ibu Kadis, kata ibu tadi wartawan tanya sama Pak Ali Ginting saja.

Bapak itu sebagai Kasi Pengaduan. Cuma persoalannya sekarang, Pak Ali Ginting sedang di kantor kejaksaan," kata seorang staff, minta namanya tidak dimuat.

Ketua KPK Firli Bahuri Dinyatakan Melanggar Kode Etik Karena Naik Helikopter

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Syarifah. Berulangkali dihubungi, Syarifah bungkam.

Terpisah, Sekda Kabupaten Deliserdang Darwin mengaku belum tahu siapa anggotanya yang turut diperiksa KPK beberapa waktu lalu.

Meski rumor menyebutkan Kadis Perizinan ikut diperiksa karena dikabarkan sebagai pelapor, Darwin tetap kukuh mengaku tidak tahu.

"Biasanya kan kalau ada yang mau diperiksa, surat panggilannya masuk ke saya.

Tapi ini tidak ada, makanya saya juga tidak tahu siapa orangnya," kata Darwin.(dra)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved