Gunakan Android, Petani Berkesempatan Konsultasi dengan Pakar Pertanian

BI berupaya menerapkan inovasi dan teknologi digitalisasi dalam budidaya (digital farming), dengan harapan dapat meningkatkan produktivitas klaster.

TRIBUN MEDAN/HO
KICK Off Pilot Project Digital Farming Melalui Komoditi Cabai Merah di Gapoktan Suka Karya Tani Desa Lubuk Cuik, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batubara, Sabtu (3/10/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Menggunakan smartphone berbasis Android, kini petani dapat melakukan konsultasi dengan para pakar pertanian.

Konsultasi tersebut misalnya dalam hal pengolahan lahan, jenis hama dan penanggulangannya, pemilihan benih unggul, serta penggunaan pupuk dan pestisida yang tepat sesuai kondisi lahan dan kebutuhan nutrisi tanaman.

Demikian antara lain tujuan diselenggarakannya kick-off (peresmian) Pilot Project Digital Farming dalam budidaya padi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sri Karya di Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdangbedagai, oleh Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (BI Sumut), Sabtu (3/10/2020). 

Kementan Ungkap Penyabab Pupuk Subsidi Hilang di Pasaran hingga Petani Menjerit

Bersinergi dengan Pemkab Serdangbedagai didukung PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB), BI berupaya menerapkan inovasi dan teknologi digitalisasi dalam budidaya (digital farming), dengan harapan dapat meningkatkan produktivitas klaster.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, penerapan inovasi dan teknologi digital dalam budidaya komoditas pertanian pangan ini telah diinisiasi di dua lokasi, yaitu di Lubuk Cuik, Kabupaten Batubara untuk komoditas cabai merah dan di Gapoktan Sri Karya untuk komoditas padi.

Inovasi dan teknologi digital yang akan diterapkan berupa pemasangan alat sensor tanah dan cuaca. Peralatan ini dapat membantu petani dalam mengetahui kondisi cuaca, kondisi lahan pertanian, hama serta membantu petani dalam menerapkan praktek terbaik dalam budidaya (Good Agricultural Practice).

"Kami berharap dukungan digital farming dan pelatihan yang difasilitasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas usaha pertanian yang dilakukan, sekaligus menjadi percontohan penerapan inovasi dan teknologi di bidang pertanian. Gapoktan Sri Karya ini juga merupakan salah satu klaster yang akan ditampilkan pada Buku Pangan Nusantara yang memuat Klaster binaan BI yang telah berhasil dalam menerapkan cara-cara terbaik dalam pengelolaan klaster dan mandiri," katanya.

Ia mengatakan, dalam rangka pengendalian inflasi, pihaknya terus berupaya melakukan berbagai langkah, salah satunya adalah pengembangan beberapa klaster komoditas utama sumber inflasi seperti komoditas padi, cabai merah, bawang merah, bawang putih dan peternakan sapi. Pihaknya sadar bahwa masih terdapat beberapa tantangan dalam pengendalian inflasi di lapangan.

"Kami bersama pemerintah daerah dan stakeholder terkait terus berupaya memperoleh solusi dan upaya untuk mengatasi berbagai permasalahan baik dari sisi produksi, pemasaran, peningkatan pengetahuan para petani, maupun dalam penerapan inovasi dan teknologi dalam budidaya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi permasalahan dari sisi produksi ini yaitu pengembangan platform digital di bidang pertanian, baik di sisi hulu (produksi) mau pun di sisi hilir (pemasaran produk)," jelasnya.

Di sisi hilir, imbuhnya, BI juga telah melakukan berbagai upaya memfasilitasi pemasaran produk UMKM binaan dan UMKM mitra dengan pasar modern dan pemasaran secara digital atau daring.

Pjs Bupati Serdangbedagai, Irman menuturkan, pihaknya berterimakasih atas upaya dan sumbangsih yang dilakukan BI terhadap masyarakat Serdangbedagai. Ia berharap, ke depan BI bisa melakukan ekspansi dalam penerapan inovasi dan teknologi pertanian ke kecamatan-kecamatan lainnya.

Sementara itu, perwakilan dari Gapoktan Sri Karya, Parlan Sibarani mengungkapkan bahwa Gapoktan Sri Karya memiliki total lahan seluas 662 hektar dan merupakan penyumbang pangan terbesar di Kecamatan Teluk Mengkudu, khususnya pertanian organik tanaman pangan padi.

"Kami sangat berterimakasih kepada BI karena telah membina kami sejak 2012 hingga 2018 menjadi klaster binaan. Apalagi, di tahun ini BI kembali hadir memfasilitasi kami untuk mewujudkan pertanian yang lebih maju dengan penerapan digital farming. Kami harap nantinya fasilitas ini dapat bermanfaat dan meningkatkan hasil produksi pertanian kami," tutupnya.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved