Booming Tanaman Hias, Pengamat Minta Masyarakat Waspadai Monkey Business
Booming tanaman hias bisa merugikan masyarakat. Pengamat bilang fenomena tanaman hias sekarang ini seperti musim batu akik atau anthurium
Alhasil, masyarakat terjerat dengan rumor tersebut dan membeli produk yang dijual di pasaran.
"Ya, istilah monkey business kerap juga dikaitkan dengan bisnis kotor.
Karena menggiring opini masyarakat yang menaikkan harga suatu barang dengan harga yang di luar kewajaran dan menebar informasi yang tidak pasti, bahwa barang tersebut sangat laku dan akan naik lagi harganya.
Alasan yang disampaikan biasanya karena produk itu langka, unik, peminat banyak, harga naik terus, sehingga cocok untuk investasi," ungkapnya.
• Tanaman Hias dengan 4 Daun Ini Terjual Seharga Mobil, Ini yang Bikin Pembeli Ngebet Memburunya
Apa yang disampaikan Wahyu ini sejalan dengan pengakuan sejumlah pedagang bunga.
Mereka mengatakan, dahulunya harga tanaman hias janda bolong ini berkisar Rp 20 ribu.
"Sekarang kita lihat di media sosial, tanaman janda bolong ini sudah puluhan juta.
Kami pun terkejut," kata Umar, pedagang tanaman hias di Jalan T Amir Hamzah, Medan.
Ia mengatakan, sejak booming pada Maret lalu, banyak masyarakat yang mencari tanaman ini.
• Jenis Tanaman Hias Paling Diminati Warga Medan saat Pandemi Covid-19
Katanya, tanaman ini memiliki keunikan. Di antaranya, daunnya yang bolong.
"Sekarang untuk ukuran yang kecil, kami jual seharga Rp 50 ribu.
Setiap hari ada saja yang beli," ungkap Umar.
Ia pun bersyukur dengan meningkatnya minat masyarakat sekarang ini.
Umar yang sudah 10 tahun berjualan tanaman hias turut kecipratan rezeki dari pembeli.
Alasan Karena Unik
Eko Rore, seorang konsumen tanaman hias mengatakan boomingnya Monstera Adansonii atau janda bolong tidak berkaitan dengan monkey bisnis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kartika-putri-dan-suami-saat-mencari-tanaman-hias.jpg)