Penanganan Covid

RPD Covid-19 Lakukan Penyemprotan di Lapas Tanjung Gusta, Ajak Semua Pihak Patuhi Protokol

Pada kesempatan tersebut, IDI memberikan bantuan 2000 lebih masker dan vitamin kepada warga binaan di Lapas.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/HO
KALAPAS Frans Elias Nico menerima bantuan masker dan vitamin dari IDI kepada seluruh warga binaan, di Lapas Tanjunggusta, Kabupaten Deliserdang, Jalan Lembaga Pemasyarakatan. 

TRI BUN MEDAN.COM, MEDAN - Relawan Peduli Disinfektan (RPD) Covid-19 melakukan penyemprotan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klass I A Tanjunggusta Medan, Sabtu (10/10/2020).

Penyemprotan ini dilakukan hampir di seluruh blok guna mengantisipasi penularan wabah pandemi Covid-19 kepada warga binaan.

Pada kegiatan ini, RPD Covid-19 tidak sendiri, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Sumatera Utara juga turut membantu.

Kepala Lapas Klass I A, Frans Elias Nico mengapresiasi gerakan relawan dan IDI yang sudah memperhatikan warga binaan agar tidak terpapar wabah pandemi Covid-19.

Pada kesempatan tersebut, IDI memberikan bantuan 2000 lebih masker dan vitamin kepada warga binaan di Lapas.

"Kami sangat mengucapkan terima kasih kepada RPD dan ikatan dokter yang sudah mau memberikan bantuan penyemprot dan masker kepada warga binaan," kata Nico saat diwawancarai.

Ia mengatakan, penyemprotan akan dilakukan kepada seluruh ruangan di Lapas Tanjung Gusta itu.

Setelah melihat persiapan RPD, Frans langsung meminta kepada selurh warga binaan keluar dari ruangannya untuk mengambil masker dan vitamin.

"Semua ruangan juga disemprot, diharapkan para warga dapat membantu untuk meninggalkan ruangan. Nanti masker dipakai setiap hari dan vitamin juga diminum," ujarnya.

Menurut Frans, wabah virus Corona ini seperti siluman, karena tidak bisa terdeteksi menggunakan alat dan tak dilihat secara kasat mata.

"Wabah ini seperti siluman, tiba-tiba ada. Karena tidak tahu di mana berada" ucapnya yang disambut tawa para warga binaan.

Selain bantuan dari relawan, Lapas sendiri melakukan penyemprotan disinfektan sekali dalam seminggu.

Kemudian, pihaknya juga menjaga ketat kunjungan orang, baik pegawai dengan mengecek suhu dan penguapan tubuh. Saat ini, Lapas sendiri tidak menerima kunjungan dari keluarga warga binaan.

Hal ini dilakukan guna mengantisipasi penyebaran virus.

"Semua kita lakukan dengan mengikuti standar protokol kesehatan," jelasnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved