Breaking News:

Hotman Paris Bela Buruh, Beri Pesan kepada Jokowi, Masalah Pesangon Berbelit-belit

Pengacara ternama, Hotman Paris Hutapea mengungkap pembelaannya terhadap kaum buruh.

Editor: Salomo Tarigan
Instagram @hotmanparisofficial
Hotman Paris 

Hotman Paris Bela Buruh, Beri Pesan kepada Jokowi, Masalah Pesangon Berbelit-belit

T R IBUN-MEDAN.com -

Pengacara ternama, Hotman Paris Hutapea mengungkap pembelaannya terhadap kaum buruh.

Hal itu diungkapkannya melalui akun resmi Instagramnnya, @hotmanparisofficial, Sabtu (10/10/2020).

Hotman Paris menyoroti soal pesangon bagi buruh yang disebutnya sulit untuk diatasi.

tribunnews
Hotman Paris Hutapea memberikan pesannya pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kebijakan pesangon bagi buruh. Hal itu diungkapkannya melalui akun resmi Instagramnnya @hotmanparisofficial pada Sabtu (10/10/2020). (Instagram/@hotmanparisofficial)

Terkait masalah itu, Hotman Paris menyebut Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah dan para anggota DPR.

Pengacara kelahiran 20 Oktober 1959 ini juga sempat menyinggung UU Cipta Kerja yang kini tengah ramai diperbicangkan banyak orang.

"Saran kepada Ibu Menteri Tenaga Kerja dan DPR RI yang terhormat."

"Terlepas setuju atau tidak Omnibus Law, dalam 36 tahun pengalaman saya sebagai pengacara, masalah yang dihadapi buruh adalah dalam menuntut pesangon karena prosedur hukumnya sangat panjang,” ujar Hotman.

Hotman mengatakan, buruh akan kesulitan membayar pengacara jika kasus dilanjutkan ke pengadilan.

"Sementara dia tidak mampu membayar pengacara. Dimulai dengan kalau majikan menolak maka harus melalui dewan pengawas Depnaker (Departemen Tenaga Kerja)," kata dia.

"Depnaker tidak punya power, hanya berupa syarat, mau tidak mau si buruh harus ke pengadilan," sambung Hotman.

Pendaftaran di www.prakerja.go.id, Kepastian Kartu Pra Kerja Gelombang 11 Dibuka atau Tidak

Jika masalah ini tak segera diselesaikan bisa-bisa biaya membayar pengacara lebih banyak dari pada uang pesangon yang didapat.

"Di pengadilan bisa sampai peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA), bayangkan bayar honor pengacara berapa, bisa-bisa honor pengacara lebih besar daripada pesangonnya," ungkap pria 60 tahun ini.

Lalu, Hotman menuntut agar ada penyederhanaan dalam menangani pesangon bagi buruh.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved