Update Covid19 Sumut 14 Oktober 2020
Imbauan IDI pada Peserta Demo, Periksakan Diri Apabila Alami Gejala Covid-19
Peserta aksi tidak melaksanakan protokol kesehatan sebagaimana mestinya. Terjadi kerumunan massa
TRIBUN-MEDAN.com, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia atau IDI melalui Tim Mitigasi IDI mengimbau para peserta aksi unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law segera memeriksakan diri jika mengalami gejala-gejala covid-19.
Hal ini karena, aksi unjuk rasa yang dilakukan di berbagai daerah di Indonesia abai dalam melaksanakan protokol kesehatan seperti tidak menjaga jarak dan membuat kerumunan, tidak memakai masker, dan protokol kesehatan lainnya.
"Seperti yang kita lihat bersama bahwa para peserta aksi tidak melaksanakan protokol kesehatan sebagaimana mestinya. Terjadi kerumunan massa yang mencapai ratusan atau bahkan ribuan," ujar Ketua Tim Mitigasi PB IDI, dr Moh. Adib Khumaidi, Sp OT dalam video yang dirilis di akun instagram resmi Tim Mitigasi IDI @timmitigasiidi, Senin (12/10/2020).
Khumaidi mengatakan dengan tidak dipatuhi nya protokol kesehatan ini menjadikan resiko penularan akan semakin tinggi. Hal ini, kata dia mungkin tidak akan diketahui dalam satu atau dua hari, tapi dalam dua sampai tiga minggu ke depan akan bisa terlihat peningkatan kasus.
"Di sini tentu kami tidak melihat subtansi apa yang disampaikan dalam aksi, namun murni melihat dari sisi kesehatan secara saintifik. Dalam aksi unjuk rasa ini akan ada proses transmisi atau penularan antara peserta aksi yang bisa saja berstatus OTG. Ditambah lagi dengan berorasi ataupun menyanyikan lagu atau sorakan-sorakan yang akan menambah potensi penyebaran droplet," katanya.
Ia menjelaskan bahwa penelitian telah menunjukkan dengan melakukan protokol kesehatan dapat secara efektif mencegah penularan covid-19.
Dengan menjaga jarak, kata dia, resiko penularan akan menurun sebanyak 78 persen dan akan bertambah jika jarak antar orang semakin jauh.
"Dengan memakai masker resiko penularan bisa berkurang hingga 85 persen, dengan penutup mata atau gugel sampai 82 persen. Nah saat ada aktivitas yang tidak menerapkan protokol ini sama sekali, di situlah penyebaran virus akan sangat cepat bertransmisi," katanya.
"Mungkin kita tidak melihat itu dalam satu atau dua hari ini, tapi dalam waktu dua sampai tiga minggu kita bisa lihat akan ada peningkatan positivity rate, eskalasi pasien meningkat, dan tentu akan menambah beban tenaga kesehatan," tambah nya.
Khumaidi mengatakan kesulitan juga akan dialami oleh para petugas yang melakukan tracing penyebaran virus karena belum tentu sesama peserta aksi mengenal satu sama lain.
"Karena bisa jadi tidak saling tahu tinggal di mana dan dari mana asalnya. Jadi sulit melakukan tracing," tuturnya.
Ia mengimbau bagi seluruh peserta aksi yang mengalami gejala-gejala penyakit agar dapat memeriksakan diri sesegera mungkin agar dapat diantisipasi oleh petugas medis.
"Untuk itu kita mengimbau seluruh peserta aksi, siapapun yang ikut dalam unjuk rasa jika mengalami gejala penyakit atau mengarah kepada gejala covid-19 agar dapat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Agar dapat dengan cepat terpantau dan diantisipasi," tutupnya.
(cr14/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/08102020_demo_tolak_uu_cipta_kerja_danil_siregar-10.jpg)