Polda Sumut Siagakan 2 SSK Brimob Untuk Amankan Unjukrasa Tolak UU Cipta Kerja

Dalam pengamanan tersebut dipimpin langsung Danyon A Pelopor Sat Brimob Polda Sumut, Kompol Bernhard L Malau.

TRIBUN MEDAN / ist
Personel Brimob Polda Sumut melaksanakan apel pengamanan unjukrasa, Kamis (15/10/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Untuk menciptakan suasana kondusif selama aksi unjukrasa penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja terus berlangsung di DPRD Sumut, pada Kamis (15/10/2020), sebanyak 2 Satuan Setingkat Kompi (SSK) personel Brimob disiagakan.

Dalam pengamanan tersebut dipimpin langsung Danyon A Pelopor Sat Brimob Polda Sumut, Kompol Bernhard L Malau.

Informasi yang berhasil dihimpun Tribun Medan, pengamanan hari ini melibatkan dari personil Brimob Polda Sumut, Kodim 02/01 BS, Sabhara Polda Sumut, Sabhara Polrestabes Medan dan personil dari Polwan.

Sebelum melaksanakan pengamanan, petugas gabungan melaksanakan apel di dua lokasi berbeda yakni gedung DPRD Sumut dan Kantor Gubernur Sumut.

Kabag Ops Sat Brimob Polda Sumut Kompol Heriyono melalui, Humas Brimob Polda Sumut, Brigadir Rizky N, untuk hari ini massa yang melakukan aksi unjuk rasa dari Pengurus Pergerakan Cabang Mahasiswa Islam Indonesia (PC.PMII) bersama dengan Badan Kerja Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (BAKERCAB GMNI).

"Dengan masih adanya gelombang penolakan terhadap UU Cipta Kerja (Omnibus Law), Satuan Brimob Polda Sumut disiagakan. Untuk plotingan personil Brimob kita sebar di berbagai titik lokasi," katanya.

Lanjut Rizky, dalam pelaksanaan pengamanan ini, sedikitnya kita menurunkan 2 SSK yang terdiri dari 1 SSK di Kantor Gubernutr Sumut dan 1 SSK di Gedung DPRD Tk I Provinsi Sumatera Utara.

"Untuk di Kantor Gubernur , personil Batalyon A dipimpin oleh Wadanki 3 Yon A Pelopor Iptu Kenedy Sitompul, SH. Kita tetap imbau kepada masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasinya agar tetap tertib dan tidak melakukan tindakan anarkis karena hal itu hanya akan membuat kerugian di banyak pihak," ungkapnya.

Dalam pengamanan unjukrasa tersebut, lanjut Rizky, pihaknya berharap agar bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban dan kondusif.

"Harapan kita bersama, aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh saudara-saudara, dalam penolakan Omnibus Law di Provinsi Sumatera Utara khususnya di Kota Medan dapat berjalan aman , tertib dan kondusif. Tetap menerapkan protokoler kesehatan dalam beraktivitas," pungkasnya.

(mft/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved