TERBARU Lubang Ozon di Antartika Dilaporkan Semakin Membesar, Apa Dampaknya bagi Kehidupan?
Lubang ozon kemudian menyusut menjadi sekitar 8,9 juta mil persegi (lebih dari dua kali ukuran Amerika Serikat) yang mencakup hampir seluruh benua.
TRIBUN-MEDAN.com - Ozon selama ini melindungi bumi dari paparan sinar ultraviolet matahari. Akan tetapi lapisan ini terus tergerus atau berlubang setiap tahunnya.
Lubang ozon di Antartika adalah salah satu yang terbesar dan terdalam selama beberapa tahun terakhir.
Dilansir CNN, (12/10/2020), lubang ozon yang biasanya tumbuh di Antartika setiap September dan Oktober telah menjadi salah satu yang terbesar dan terdalam dalam beberapa tahun terakhir.
Hal itu hanya satu tahun setelah para ilmuwan mencatat ukuran terkecilnya sejak ditemukan.
Menurut pernyataan dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) lubang ozon 2020 tumbuh pesat sejak pertengahan Agustus dan telah tumbuh menjadi sekitar 9,2 juta mil persegi ketika memuncak pada awal Oktober.
Lubang ozon kemudian menyusut menjadi sekitar 8,9 juta mil persegi (lebih dari dua kali ukuran Amerika Serikat) yang mencakup hampir seluruh benua Antartika, menurut WMO.
Penipisan ozon

Ilustrasi proses terjadinya penipisan lapisan ozon.
Program Pengawasan Atmosfer Global WMO bekerja sama dengan Copernicus Atmospheric Monitoring Service (CAMS ), NASA, Climate Change Canada dan mitra lainnya untuk memantau lapisan ozon bumi.
"Ada banyak variabilitas dalam seberapa jauh peristiwa lubang ozon berkembang setiap tahun. Lubang ozon pada 2020 menyerupai lubang pada 2018, yang juga merupakan lubang yang cukup besar, dan pasti berada di bagian atas selama 15 tahun terakhir atau lebih," kata Direktur CAMS Vincent-Henri Peuch.
Penipisan tersebut berkaitan langsung dengan suhu di stratosfer, tempat lapisan ozon berada. Karena awan kutub stratosfer yang berperan penting dalam proses tersebut hanya terbentuk pada suhu di bawah -78 derajat Celcius.
Menurut WMO, kristal es di awan bereaksi dengan senyawa di atmosfer yang kemudian dapat dengan cepat menghancurkan ozon saat terkena sinar matahari.
NASA mengatakan lubang ozon tahun lalu sangat kecil karena pola cuaca yang tidak biasa yang menyebabkan suhu stratosfer lebih hangat di atas Antartika.
Menurut WMO, lubang ozon Antartika akan menyusut saat suhu menghangat di belahan Bumi Selatan (tempat musim semi) dan akan kembali normal pada Desember.

Protokol Montreal
Peuch mengatakan data tahun ini menegaskan kebutuhan untuk terus menegakkan Protokol Montreal 1987 yang melarang emisi bahan kimia perusak ozon.
Protokol itu melarang chlorofluorocarbons atau CFC yang umumnya ada di lemari es, kaleng aerosol, dan produk lainnya yang dapat merusak lapisan ozon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/lubang-ozon-semakin-membesar-di-tahun-2020.jpg)