Putus Kuliah, Yogi Bantu Sekolahkan Anak Muda Lewat Semut Sumut
Semut Sumut menjadi wadah bagi anak putus sekolah untuk mengembangkan keterampilan seperti desain komunikasi sosial dan sinematografi.
TRIBUN-MEDAN.com - Putus sekolah tidak jadi alasan untuk berhenti mengejar cita-cita. Prinsip ini yang dipegang Yogi Adjie, pendiri start up Semut Sumut.
Semut Sumut menjadi wadah bagi anak putus sekolah untuk mengembangkan keterampilan seperti desain komunikasi sosial dan sinematografi. Yogie juga tidak menyelesaikan pendidikan formal lantaran masalah keuangan mengatakan.
"Aku enggak selesai pendidikan formal di universitas karena faktor finansial. Setelah ikut komunitas sosial, aku ingin orang bisa lihat program sosial itu keren tanpa ada harus belas kasihan."
"Disini kami juga jual jasa dari anak-anak yang kita sekolahkan. Jadi setelah mereka tamat setelah belajar setahun, kita bisa oper mereka ke perusahaan atau start up yang di Jakarta atau kami masukkan dalam agensi yang kita buat sendiri," kata Yogi, Sabtu (17/10/2020).
Peserta didik di Semut Sumut masuk dalam asrama dan kebutuhan hidup sehari-hari dipenuhi. Yogi punya cara sendiri untuk menarik minat anak-anak putus sekolah untuk bergabung ke Semut Sumut.
"Kami tidak memberikan motivasi omong kosong. Kami enggak pernah ajak murid 'ayo belajar dengan rajin biar pintar'. Aku bilang kalau mau duit, ya kerja yang layak. Kita sentuh mereka dengan hal-hal yang realistis. Alasan mereka untuk semangat biar mereka yang temukan sendiri," katanya.
Tiap tahunnya, Semut Sumut membuka pendaftaran setiap Desember. Jatah peserta diprioritaskan untuk anak putus sekolah dan punya minat belajar yang tinggi.
"Persyaratan pertama dia harus putus sekolah, kemudian dia berasal dari keluarga yang tidak mampu dan dia harus punya motivasi belajar yang kuat. Mau masa lalunya preman atau pengguna narkoba, tidak masalah. Kami punya murid seperti itu. Kami lakukan survei dan tes wawancara. Januari, kami sudah mulai belajar," pungkasnya.
Dua tahun berdiri, Semut Sumut sudah meraih segudang prestasi baik nasional hingga internasional, seperti The Best Social Program Asia Pasific di Spanyol pada September 2019.
Yogi mengatakan, idealnya Semut Sumut tidak berdiri selamanya. Ia ingin Semut Sumut bubar karena setiap anak di Indonesia bisa mendapatkan pendidikan formal yang baik. Karena itu, ia berharap Semut Sumut dan jejaring dapat membangun kekuatan untuk mempengaruhi kebijakan publik.
"Kami enggak ingin terus-terusan ada anak putus sekolah di Indonesia. Kita punya banyak basis relawan di berbagai kota, kami meriset dan mendorong pemerintah untuk membuat suatu regulasi agar anak-anak tidak kesulitan bersekolah," katanya. (cr13)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/founder-semut-sumut-yogi-adjie-driantama_20181106_163626.jpg)