Jadi Presiden 2 Periode, Utang Luar Negeri Indonesia Masa Jokowi Membengkak, Bandingkan Periode Awal

Pada masa kampanye Pilpres 2014, Presiden Jokowi sempat berjanji untuk tidak menambah beban utang negara dari luar negeri.

Elisabeth Novina
Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla usai pelantikan di Gedung DPR/MPR (20/10/2014). 

TRIBUN-MEDAN.com - Dari tahun ke tahunnya, utang luar negeri (ULN) Indonesia terus alami lonjakan drastis.

Diketahui, utang luar negeri Indonesia melonjak pada era kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi.

Jika dihitung dari periode pertama Jokowi, ada lonjakan ULN cukup besar, baik dari utang swasta maupun utang pemerintah.

Dihimpun dari data dirilis Bank Indonesia (BI), Senin (19/10/2020), pada kuartal IV-2014 atau ketika Jokowi baru menjabat, ULN Indonesia tercatat sebesar 292,6 miliar dollar AS.

Baca juga: Kisah Trena & Treni, Saudari Kembar Terpisah Selama 20 Tahun, Dipertemukan Kembali saat Main TikTok

Baca juga: Pertanda Mimpi yang Diyakini Datangnya Rezeki, Mulai dari Mimpi Menangis Kencang hingga Melahirkan

Dilansir Tribunmedan.com dari Kompas.com, sementara pada data BI yang dirilis Juli 2020, ULN Indonesia sudah meningkat tajam dibandingkan periode awal Jokowi.

Yakni sebesar 409,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 6.063 triliun (kurs Rp 14.800).

Berikut data kenaikan utang luar negeri dari tahun 2014 hingga 2020.

Kuartal IV-2014

Posisi Utang Luar Negeri Indonesia pada akhir triwulan IV-2014 tercatat sebesar 292,6 miliar dollar AS.

Meski demikian, rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) dan debt service ratio (DSR) alami penurunan masing-masing dari 33,3 persen dan 46,4 persen pada triwulan III-2014 menjadi 32,9 persen dan 46,2 persen di triwulan IV-2014.

Posisi ULN Indonesia pada akhir triwulan IV-2014 terdiri dari ULN sektor publik sebesar 129,7 miliar dollar AS (44,3 persen dari total ULN) dan ULN sektor swasta 162,8 miliar dollar AS (55,7 persen dari total ULN).

Kuartal IV-2015

BI melaporkan posisi Utang Luar Negeri Indonesia pada akhir kuartal IV 2015 tercatat 310,7 miliar dollar AS, naik 2,8 persen dibandingkan posisi akhir kuartal III 2015 sebesar 302,3 miliar dollar AS.

Porsi ULN jangka panjang meningkat, sementara ULN jangka pendek menurun.

"Dengan perkembangan tersebut, rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) pada akhir triwulan IV 2015 tercatat sebesar 36,1 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan 34,8 persen pada akhir triwulan III 2015 dan 33,0 persen pada akhir tahun 2014," tulis BI dalam keterangan resminya.

ULN sektor publik meningkat 6,6 persen (qtq) sehingga posisinya pada akhir kuartal IV-2015 menjadi sebesar 143 miliar miliar dollar AS (46 persen dari total ULN).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved