Tiga Solusi Berjangka Dinilai Akan Sehatkan Program Jaminan Kesehatan Nasional
Pemanfaatan pajak dosa (sin tax) dan pelibatan swasta dalam skema koordinasi manfaat, dapat dioptimalkan untuk memperluas ruang fiskal pembiayaan JKN.
"Sebagai contoh, penggunaan farmakoekonomi digunakan untuk menilai obat infeksi yang paling efektif dengan harga yang paling rendah untuk dimasukkan ke dalam e-catalog JKN, seperti perbandingan Cyproxin 500 mg sebagai obat paten dan Siprofloksasin 500 mg sebagai obat generik," kata Prof. dr. Hasbullah Thabrany.
Dalam kesempatan yang sama Peneliti SMERU Nurmala Selly Saputri menjelaskan bagaimana dalam jangka panjang pendekatan know your customer (KYC) berbasis big data dapat diterapkan untuk menganalisis lebih lanjut karateristik kesehatan peserta JKN, mengontrol mutu dan mengendalikan biaya dalam bentuk pemantauan antipenipuan.
"Rekam medis pasien merupakan salah satu sumber data penting yang perlu diperhitungkan dalam menentukan kebijakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan meningkatkan efisiensi pembiayaan. Namun, saat ini sistem pencatatan data medis masih bersifat manual dan belum bersinergi dengan baik antara satu faskes dan faskes lainnya. Akibatnya, data yang sangat kaya tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal," ujar Nurmala.
Ke depan, lanjutnya, peran para pemangku kepentingan sangat diperlukan dalam mendorong integrasi big data kesehatan di Indonesia, disertai dengan kerangka regulasi yang tepat guna menjamin privasi dan keamanan data masyarakat. (nat/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/layanan-berjangka-jkn.jpg)