Sosok Dirut Pertamina Nicke Widyawati Masuk dalam Daftar Wanita Paling Berpengaruh di Dunia

Nicke masuk daftar Most Powerful Women International 2020 karena memimpin perusahaan energi milik negara dengan pendapatan lebih dari $ 54,6 miliar

Editor: Abdi Tumanggor
Youtube
Nicke Widyawati Dirut Pertamina. (Youtube) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Pertama kalinya, wanita Indonesia masuk dalam jajaran Most Powerful Women International versi majalah Fortune.

Siapa dia? dia adalah Wanita Indonesia yang masuk daftar Most Powerful Women International 2020 versi majalah Fortune adalah Nicke Widyawati.

Majalah Fortune kembali merilis daftar wanita paling berpengaruh di dunia melalui Most Powerful Women International.

Majalah Fortune menempatkan Emma Walmsley, CEO GlaxoSmithKline, perusahaan obat-obatan di Inggris sebagai peringkat 1 Most Powerful Women International 2020.

Nicke masuk daftar Most Powerful Women International 2020 karena memimpin perusahaan energi milik negara dengan pendapatan tahunan lebih dari $ 54,6 miliar.

Nicke membawahi dan mengelola sekitar 32.000 karyawan di seluruh dunia.

Dikutip dari situs Pertamina, Nicke Widyawati menjabat sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor : SK-97/MBU/04/2018, tanggal 20 April 2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan PT Pertamina.

Nicke Widyawati merupakan lulusan Hukum Bisnis – Universitas Padjadjaran (S2) tahun 2009 dan Teknik Industri – ITB (S1) tahun 1991.

Sebelum menjabat Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menjabat sebagai direksi di banyak perusahaan negara.

Nicke Widyawati pernah menjadi Direktur SDM Pertamina.

Nicke Widyawati juga pernah menjabat sebagai Direktur Pengadaan Strategis 1 PT PLN (Persero).

Nicke Widyawati kini sedang mengemban aman dari pemerintah untuk melanjutkan transformasi Pertamina menjadi perusahaan induk dengan anak perusahaan terbuka selama dua tahun ke depan.

Di sisi lain, Pertamina juga menghadapi tantangan penurunan produksi dan pelemahan permintaan bahan bakar minyak (BBM) akibat pandemi corona.

Halaman
1234
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved