Perkuat Penanganan Covid-19, Pemprov Sumut Rumuskan Enam Strategi Ini

Pjs Wali Kota Medan Arief Sudarto Trinugroho mengatakan, adapun enam strategi tersebut yang pertama adalah testing, tracing, treatment (3T).

Dok. Humas Pemkot Medan
Pjs Wali Kota Medan dan sejumlah pejabat daerah menghadiri The First (1st) Sumatera Economic Summit (Sumatranomics) 2020 di Hotel Santika Premiere Dyandra, Jalan Kapten Maulana Lubis Nomor 7, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Senin (26/10/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com – Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Medan Arief Sudarto Trinugroho mengungkapkan, pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) telah merumuskan enam strategi memperkuat penanganan Covid-19 di wilayah provinsi.

"Enam strategi ini diharapkan mampu memperkuat penanganan Covid-19 di Provinsi Sumut" kata Arief, seperti pada keterangan tertulis yang Tribun Medan terima, Selasa (27/10/2020).

Pernyataan itu ia sampaikan mewakili Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat menghadiri acara The First (1st) Sumatera Economic Summit (Sumatranomics) 2020, di Hotel Santika Premiere Dyandra, Jalan Kapten Maulana Lubis Nomor 7, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Senin (26/10/2020).

Arief mengatakan, adapun enam strategi tersebut yang pertama adalah testing, tracing, treatment (3T). 

Kedua, lanjut dia, prakondisi tatanan normal baru, dan ketiga adalah pemulihan sisi demand melalui pemberian jaringan pengamanan sosial

Strategi keempat, kata Arief, yaitu pemulihan sisi supply melalui stimulus ekonomi bagi wirausaha atau usaha mikro kecil menengah (UMKM).

“Kelima adalah penerapan ekonomi digital di berbagai sektor, terutama pada penguatan di beberapa sektor” ujar Arief.

Sektor tersebut adalah UMKM, sektor pariwisata yang sesuai protokol kesehatan Covid-19, pertanian dan ketahanan pangan, serta penguatan sektor industri dan investasi.

Untuk yang keenam, tambah Arief, adalah percepatan penyerapan belanja pemerintah serta penguatan konsolidasi gugus tugas.

Selain membahas enam sektor, Arief turut menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Bank Indonesia (BI) yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan konferensi The First (1st) Sumatranomics 2020.

"Berbagai sumbangsih pemikiran para pakar, akademisi, praktisi, unsur pemerintah, dan seluruh stakeholder yang diberikan pada kegiatan ini tentu akan memberikan kontribusi,” paparnya.

Kontribusi itu, menurut Arief, adalah yang berarti bagi penanganan permasalahan, perumusan strategi, dan kebijakan ekonomi di wilayah Sumatera secara umum dan di Sumut secara khusus.

Pandemi Covid-19 memberikan efek domino

Pada kesempatan tersebut, Arief menyampaikan, kondisi pandemi Covid-19 telah memberikan efek domino pada berbagai aspek kehidupan, terutama di Sumut termasuk Kota Medan.

“Terlebih jumlah kasus positif yang terus bertambah masih menyebabkan permasalahan pada sektor kesehatan,” ujar Arief yang juga menjabat Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Sekretariat Daerah (Sekda) Provinsi Sumut. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved