Sinabung Luncurkan Awan Panas
Guguran Debu Vulkanik Gunung Sinabung Mengarah ke Arah Timur dan Tenggara
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50-300 m di atas puncak kawah.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, Medan - Gunung Sinabung yang berada pada ketinggian 2460 meter di atas permukaan laut (mdpl) menghasilkan guguran debu vulkanik pada hari ini, Kamis (29/10/2020).
Dari hasil amatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung, sejak pukul 00.00 hingga pukul 06.00 WIB, asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50-300 m di atas puncak kawah.
"Gunung jelas. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50-300 m di atas puncak kawah," demikian paparan tertulis dari data KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung yang disusun oleh Moh Nurul Asrori, Kamis (29/10/2020).
Lebih lanjut, dia menyampaikan guguran debu vulkanik mengarah ke Timur dan Tenggara.
"Teramati guguran dengan jarak luncur 500-700 meter mengarah ke Timur dan Tenggara," katanya.
Dari amatan Badan Meteorologi, Klimatologi,dan Geofisika (BMKG) di kawasan tersebut, cuaca cerah dan berawan.
"Cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan tenggara. Suhu udara 16 hingga 17 derajat celcius," sambungnya.
Dikatakannya, tingkat aktivitas gunung Sinabung dalam status siaga (level III).
Baca juga: KONDISI TERKINI, Berastagi Diselimuti Abu Vulkanik setelah Gunung Sinabung Semburkan Awan Panas 2 Km
"Tingkat aktivitas Sinabung level III (siaga). Dengan demikian, masyarakat dan pengunjung atau wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi," katanya.
"Serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor Selatan - Timur, dan 4 km untuk sektor t Timur - Utara," lanjutnya.
Masyarakat juga diminta menggunakan masker bila keluar rumah untuk menghindari bahaya abu vulkanik.
"Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik," lanjutnya.
Dia juga meminta masyarakat agar mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.
"Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar," pungkasnya. (cr3/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/guguran-sinabung-1.jpg)