Kreasikan Bulir Styrofoam Jadi Kursi Malas yang Nyaman

UMKM ini khusus membuat produk turunan dari styrofoam yang menghadirkan lazy chair (kursi malas)

TRIBUN MEDAN/HO
SEORANG perempuan duduk bersantai di lazy chair buatan Medan Beanbag, baru-baru ini. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Styrofoam yang biasanya digunakan sebagai alas (pelapis) barang-barang elektronik atau pun perabotan rumah tangga kerap tidak dimanfaatkan lagi atau dianggap sebagai sampah.

Melihat potensinya yang tidak kecil, Dewi Setiany justru mengolah styrofoam menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Dewi kemudian mendirikan UMKM bernama Medan Beanbag 1 Desember 2012. UMKM ini khusus membuat produk turunan dari styrofoam yang menghadirkan lazy chair (kursi malas).

Baca juga: Telkomsel Gelar Digital Creative Millennials 2020 Dorong Transformasi Digital UMKM Tanah Air

"Ide mendirikan UMKM ini karena waktu itu saya melihat cukup banyak styrofoam di kantor. Saya pikir, cukup bermanfaat kalau dikreasikan kembali. Saya pun keluar ide untuk membuat lazy chair ini," katanya di Jalan Perintis Baru, Kampung Lalang, Medan, Sabtu (31/10/2020). 

Sesuai namanya, lazy chair adalah sebuah kursi malas yang didesain menjadi dudukan yang aman dan nyaman untuk penggunanya. Proses produksinya tidak terlalu rumit.

Styrofoam diolah menjadi bulir-bulir kecil dan kemudian dimasukkan ke dalam kain pembungkus. Bentuknya ada yang bulat, petak, hingga persegi panjang.

"Ada beberapa variasi ukuran yang kami buat mulai dari small, medium bahkan sampe double XL. Untuk jenisnya ada beberapa macam, mulai dari lazy chair, boll chair, puply, big auty, kiss chair dan banyak lagi," katanya.

Harga yang ditawarkan Medan Beanbag cukup terjangkau. Untuk jenis puply, harganya mulai Rp 200 ribu, sedangkan untuk jenis lazy chair dibanderol mulai Rp 300 ribu.

Dikatakannya, ia ingin menghadirkan kesan nyaman sehingga konsumen betah ketika menggunakan produk ini. Bukan itu saja, lazy chair juga dapat digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas masyarakat di kafe, perkantoran, hingga perbankan.

"Bahkan, produk lazy chair ini juga bisa dibawa saat traveling karena tersedia dalam ukuran yang minimalis. Duduk atau bersantai di atas lazy chair di hamparan pasir ketika berlibur di pantai misalnya adalah pengalaman yang tak terlupakan," kata Dewi.

Dewi mengaku bersyukur karena produknya kini sudah diminati masyarakat dan digunakan dalam berbagai kesempatan. Pasarnya pun kini tak hanya di Sumatera Utara saja, tetapi juga sudah merambah hingga ke seluruh pulau Sumatera. Namun yang menjadi kendala, ongkos kirim ke sebagian daerah di Pulau Sumatera cukup mahal karena terhitung volume.

"Di awal pandemi cukup terdampak ya, karena produk lazy chair banyak yang dibeli atau disewa untuk dudukan di kafe atau restoran. Tetapi ketika Adaptasi Kebiasaan Baru diberlakukan dan kafe sudah ada yang buka, permintaan akan lazy chair juga tumbuh kembali. Dan bukan cuma kafe, warung play station, kantor-kantor bank dan pemakaian pribadi juga sudah mengorder kembali di masa pandemi ini. Intinya, kami tetap bersyukur," kata Dewi.

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan produk, Medan Beanbang pun perlahan-lahan sudah menggunakan bulir Styrofoam yang didatangkan dari China.

"Kualitasnya lebih nyaman dan tidak pecah-pecah dalam jangka waktu pemakaian yang lama. Bulir Styrofoam ini dijamin membuat konsumen lebih nyaman menggunakannya," ujar Dewi.

Untuk mendekatkan produk konsumen dan meningkatkan penjualan, Medan Beanbag rutin menghadirkan promo-promo menarik setiap bulannya. Mulai dari diskon khusus setiap pembelian 10 unit lazy chair atau promo beli 2 dapat 3. Bukan itu saja, Medan Beanbag juga rutin memberikan give away khusus melalui media sosial.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved