PSSI Putuskan Tahun 2020 Tanpa Kompetisi, Rp 7 Miliar Duit PSMS Menguap Sia-sia

PSSI bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah menentukan bergulirnya kembali liga 1 dan liga 2 pada Februari 2021.

Penulis: Chandra Simarmata | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/SOFYAN AKBAR
MANAJER PSMS Medan, Mulyadi Simatupang. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Agenda Pilkada Serentak Desember 2020 dan pandemi covid-19 di Indonesia yang menjadi alasan Polri tidak mengeluarkan izin keramaian penyelenggaraan liga 1 dan liga 2, membuat PSSI memutuskan menunda kompetisi sepakbola Indonesia tahun ini.

PSSI bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah menentukan jadwal liga 1 dan liga 2 akan bergulir pada Februari 2021.

Penanggungjawab sekaligus Manajer PSMS Medan, Mulyadi Simatupang mengakui, akibat ditiadakannya liga 2 tahun 2020, praktis berimbas pada keuangan klub PSMS.

Ia mengatakan tim berjuluk Ayam Kinantan itu pun ditaksir mengalami kerugian hingga Rp 7 miliar lebih.

"Januari lah katakan pemanasan, tapi kontraknya rata-rata bulan Februari 2020. Kalau persiapan kita kemarin bulan Februari-Oktober, katakan saja rata-rata 700-an juta lebih per bulan kita rata-ratakan sajalah kontrak pemain, ketring ya sekitar 7 miliar," ujarnya, Rabu (4/11/2020).

Mulyadi menjelaskan, PSMS yang mengusung target lolos ke liga 1 memang jor-joran mengucurkan dana besar untuk mendatangkan pemain dan pelatih yang berkelas dan berkualitas.

Anggaran yang dikeluarkan juga terbilanh semakin meningkat usai mendatangkan sejumlah pemain anyar di antaranya seperti Ferdinand Sinaga, OK John, Paulo Sitanggang, Silvio Escobar, Hanis Sagara dan Imanuel Wanggai.

"Dana itu berfluktuasi. Yang terakhir-terakhir ini anggaran lebih besar karena masuknya pemain dari liga 1," terangnya.

Dengan menguapnya sia-sia uang PSMS tanpa adanya kompetisi, Mulyadi selaku penanggungjawab turut mengungkapkan rasa kekecewaannya.

Menurutnya kejadian sia-sia ini tak lepas dari buah ketidaktegasan PSSI. Namun sebagai klub yang berada di bawah naungan PSSI, Mulyadi mengatakan PSMS tetap harus mengikuti dan menjalankan keputusan PSSI selaku induk organisasi sepakbola di Indonesia.

Namun sebagai manajer klub PSMS, Mulyadi tetap menyayangkan kondisi yang terjadi akhirnya seperti ini.

"Ya kalau sejujurnya ya sia-sia lah (dana habis)," kata Mulyadi yang juga Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pemprov Sumut ini.

Sekadar informasi, setelah ditunda sejak Maret 2020, lanjutan liga 1 semula dijadwalkan akan bergulir kembali pada 1 Oktober. Sedangkan untuk liga 2 mulai kick off pada 17 Oktober 2020.

Namun dua hari jelang kick off liga 1, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, kembali mengumumkan bahwa kompetisi kasta tertinggi sepakbola Indonesia itu dan juga Liga 2 resmi ditunda pelaksanaanya. Penundaan dilakukan hingga satu bulan sampai November 2020.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved