Lapak Judi Diberantas Pemuda Masjid, Polisi: Informasi Kerap Bocor Jadi Saat Digerebek Sering Tutup
Polres Serdangbedagai mengakui informasi penggerebekan lapak judi sering bocor hingga membuat para pelaku terlebih dahulu menutup usahanya.
Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polres Serdangbedagai mengakui informasi penggerebekan lapak judi sering bocor sehingga para pelaku terlebih dahulu menutup usahanya.
Sebelumnya, beredar viral video berdurasi 14 detik yang menampilkan sejumlah pemuda masjid merusak permainan lapak judi tembak ikan di Kecamatan Pantai Cermin.
Informasi yang dihimpun Tribunmedan.id, lokasi tersebut terjadi di Desa Kota Pari, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdangbedagai.
Kasat Reskrim Polres Sergai AKP Pandu Winata menyebutkan bahwa pihaknya juga sudah melakukan penindakan sebelumnya.
Namun, ia mengakui bahwa ketika melakukan razia, informasi sering bocor hingga membuat lapak judi tersebut langsung tutup.
"Bukan berarti kita lakukan penindakan baru itu. Sebelum ada itu kita sudah melakukan penindakan. Cuma itu tadi, bocor langsung tutup.
Karena kalau jud ikan itu kalau mesin tidak main itu tidak bisa dijerat pidana. Harus pas main kita bisa lakukan penindakan.
Pada saat kita dulu ke sana (informasi) bocor, tutup. Kita lakukan lagi tidak ada, kebetulan kemarin ada," bebernya saat dikonfirmasi tribunmedan.id, Selasa (10/11/2020).
Ia mengakui bahwa para pelaku perjudian di wilayah Serdangbedagai sangat membandel.
"Kita sudah sering kali melakukan penindakan tapi masih membandel orang itu. Kemarin di Desa Gempolan 3 orang kita amankan sebelum kejadian video viral ini. Kasirnya, bandar, kita tahan, satu pemainnya tidak ditahan. Kemarin sudah diekspos kapolres," tutur Pandu.
Pandu menyebutkan bahwa pihaknya sering menindak lokasi perjudian tembak ikan dari laporan masyarakat, namun sering kali sewaktu dirazia tidak ada yang bermain.
"Terkait penyelidikan itu ada informasi masyarakat juga, tapi pas kita razia tidak ada. Tapi yang namanya orang bermain judi kan selalu sembunyi-sembunyi jadi kita tidak bisa mengatakan itu marak, karena sewaktu razia serentak tidak ada," pungkasnya.
Pandu membenarkan terkait video viral sekelompok remaja masjid.
"Benar kejadian tersebut dilakukan pemuda masjid di daerah Pantai Cermin. Saya kurang tahu kejadian kapan, aku dapatnya kemarin," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/lapak-judi-diberantas.jpg)