Intip Pembangunan Kota Medan, DPRK Lhokseumawe Kunker ke Pemkot Medan
Pemkot Medan menerima kunjungan kerja DPRK Lhokseumawe untuk melihat perkembangan pembangunan Kota Medan.
TRIBUN-MEDAN.com – Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Sekretaris Daerah Kota Medan Arrahman Pane menerima rombongan DPR Kota (DPRK) Lhokseumawe di Balai Kota Medan, Kamis (12/11/2020).
Selain bersilaturahmi, kedatangan mereka juga ingin menggali informasi terkait tata kelola pemerintahan yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Medan selama ini.
Rombongan wakil rakyat yang berjumlah 15 orang tersebut dipimpin Ketua DPR Kabupaten Lhokseumawe Ismail bersama, Wakil Ketua T Sofianus, Ketua Panitia Legislasi Azhari T Ahmadi, serta Wakil Ketua Panitia Legislasi Sudirman Amin.
Mereka memilih Kota Medan sebagai tujuan kunjungan kerja karena perkembangan pembangunan yang dilakukan sangat signifikan.
Kepada Arrahman, Ismail mengawali pertemuan dengan menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang diberikan Pemkot Medan.
Dia berharap, pertemuan ini dapat memberikan banyak saran, masukan, dan ilmu sehingga nantinya dapat diterapkan di Kota Lhokseumawe.
“Kami ingin Kota Lhokseumawe juga maju seperti Kota Medan," kata Ismail seperti keterangan tertulis.
Ismail juga mengungkapkan, mereka memilih Kota Medan sebagai tujuan kunker karena menilai ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini memiliki perkembangan pembangunan yang cukup signifikan.
"Sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia, kami yakin banyak pembelajaran yang bisa kami serap untuk kemudian diaplikasikan guna meningkatkan mutu dan kualitas tata kelola pemerintahan di Kota Lhokseumawe," ungkapnya.
Menjawab hal tersebut, Arrahman Pane mengucapkan selamat datang kepada seluruh rombongan di Kota Medan.
Arrahman juga menyampaikan terima kasih karena telah memilih Kota Medan sebagai tempat kunker.
Dia pun menjelaskan secara singkat profil Kota Medan yang terdiri dari 21 kecamatan, 151 kelurahan dan 2001 lingkungan dengan luas wilayah mencapai sekitar 265,1 km persegi.
“Untuk jumlah penduduk, Kota Medan didiami sebanyak 2,4 jiwa dengan arus komuter lebih dari 500.000 orang per harinya,” ujarnya mewakili Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Medan Arief Sudarto Trinugroho.
Arrahman menambahkan, Kota Medan juga dikenal sebagai kota multikultural karena terdiri dari berbagai suku, etnis dan agama. Namun, seluruh masyarakat dapat hidup berdampingan dalam bingkai kerukunan.
Dalam tata kelola pemerintahan, lanjutnya, Pemkot Medan telah menerapkan sistem tata kelola dan layanan berbasis elektronik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kabag-humas-sekdako-medan-menerima-dpr-kota-dprk-lhokseumawe.jpg)