Bekup Ciptakan Startup Lokal Bersaing di Pasar Global
Dengan nilai ekonomi sebesar itu, pemerintah berharap bahwa digital startup Indonesia dapat mengambil peluang tersebut
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang | Editor: Eti Wahyuni
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Baparekraf for Startup (Bekup) adalah salah satu program pemerintah khususnya dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Kemenparekraf untuk mendukung terciptanya ekosistem ekonomi digital yang kuat. Sehingga bisa menciptakan startup yang mampu bersaing di pasar lokal maupun global.
Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Muhammad Neil El Himam mengatakan, Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang besar. Berdasarkan riset yang dilakukan Google dan Temasek perkembangan ekonomi digital Indonesia pada 2019 mencapai USD 40 miliar atau sekitar Rp 560 triliun dan diproyeksikan akan menjadi USD 130 miliar pada 2025.
"Dengan nilai ekonomi sebesar itu, pemerintah berharap bahwa digital startup Indonesia dapat mengambil peluang tersebut. Jangan sampai Indonesia hanya dijadikan pasar bagi startup asing yang masuk ke Indonesia," ujarnya dalam Demo Day 2020 yang digelar secara virtual, Minggu (15/11/2020).
Ia menjelaskan, sampai saat ini ada enam startup yang sudah mencapai level unicorn bahkan decacorn. Berkaca atas dampak besar dari start up tersebut, pemerintah ingin banyak startup Indonesia dapat mereplikasi startup unicorn dan decacorn tersebut.
Baca juga: Dihantam Pandemi Covid-19, Sektor Pariwisata Paling Terpukul di Kota Medan Adalah Usaha Bioskop
Dijelaskannya, menurut laporan dari The Global Startup Ecosystem 2020, Jakarta sudah dinobatkan sebagai ekosistem perusahaan rintisan terbaik ke dua di bawah Kota Mumbai, India. Indikator dalam penilaian tersebut adalah performa startup, pendanaan, jangakauan pasar, dan talenta digital para pelaku startup.
"Dari empat indikator tersebut, talenta digital mendapat score paling rendah diantara tiga indikator lainnya. Ini merupakan tantangan yang harus bisa kita jawab ke depannya," lanjutnya.
Pada program Bekup ini, para pelaku startup akan mengikuti kegiatan boothcamp dengan materi-materi tentang pengembangan startup yang dibawakan para pelaku profesional. Selain itu para pelaku startup in depth mentoring selama satu bulan.
Untuk Bekup kali ini ada 10 startup yang dipilih. Setelah mengikuti kegiatan ini para pelaku startup diharapkan bisa semakin siap dalam memasuki pasar dan dapat menciptakan inovasi, teknologi, serta solusi yang berguna bagi masyarakat luas.
"Terutama dalam masa pandemi. Para startup diharapkan membuat terobosan bagi masyarakat banyak agar masyarakat bisa terbantu di tengah situasi pandemi ini," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/startup-digelar-1.jpg)