Diduga Ditelantarkan Keluarga, Pria Uzur Telantar di Halte Amplas, Tidak Ingat Tempat Tinggal
Seorang pria uzur dan cacat terbaring tak berdaya di halte sekitaran Fly over Amplas.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Halte di sekitaran Fly over Amplas terdapat pemandangan tak seperti biasanya. Hal ini diketahui ada seorang pria uzur dan cacat yang terbaring tak berdaya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun jika pria paruh baya ini sudah terlantar di Halte sejak Kamis (13/11/2020) lalu yang diperkirakan belum mengonsumsi apapun ke tubuhnya.
Sangkot, warga sekitar mengungkapkan bahwa pria uzur ini mengalami cacat sehingga tidak dapat menggerakkan tubuhnya.
"Tangan kanan dan kaki kirinya cacat serta kaki kanan dalam keadaan luka tak dapat digerakkan sedangkan sebelah tangan kanannya selain cacat ada juga terdapat benjolan besar," ungkap Sangkot, Senin (16/11/2020).
Tinggal tidak jauh dari lokasi, Sangkot menuturkan bahwa pada Kamis lalu sempat melihat becak motor dengan pria yang tampak menurunkan pria tua tersebut ke halte. Ia sendiri menduga bahwa keluarga pria tersebut yang menelantarkan kakek tersebut.
"Saya taunya setelah betor itu sudah jalan menuju Simpang Amplas. Pria yang membawa betor itulah yang menurunkannya seorang diri, tidak ada yang lain, saat itu mau saya kejar tapi gak bisa karena tidak ada kendaraan," ujarnya.
Warga yang mengetahui keberadaan pria uzur telantar di halte bus dekat Fly Over Amplas, takut memberikan bantuan. Dikhawatirkan pria lemah itu terpapar virus Covid-19.
"Warga di sini takut apa lagi ini musim virus corona Kami berharap pihak terkait terutama Dinas Sosial dapat membantu pria malang tersebut, " tutur Sangkot.
Sejak ditemukan beberapa hari lalu, pria uzur itu hanya terbaring lemas di halte. Hanya sesekali bergerak.
"Terkadang dia mampu duduk dan mengesot, itu pun hanya sebentar. Setelah itu dia terbaring lagi. Warga yang kasihan, ada memberikan makanan, namun hanya sesekali," tuturnya.
Pria uzur yang diperkirakan berusia lebih dari 70 tahun ini diduga mengalami kepikunan akut. Mirisnya, ketika ditanya tempat tinggalnya, awalnya pria yang mengaku bernama Hasan Basri ini menyebut tinggal di Lubuk Pakam. Namun, saat kembali ditanya ia menyebut Amaliun dan beberapa lokasi lainnya
Camat Medan Amplas, Edi Mulia Matondang belum merespon ketika dikonfirmasi terkait hal ini.
(cr13/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pria-tua-telantar-di-halte-amplas.jpg)