Bus Trans Metro Deli Resmi Beroperasi

Bus Trans Metro Deli Resmi Beroperasi, Supir Angkot Khawatir Pendapatan Anjlok

Mont berharap agar kedepannya Bus BTS dapat bersaing secara sehat dengan angkutan kota dengan fasilitas yang disesuaikan agar tidak ada ketimpangan.

Tayang:
Tribun-Medan.com/Victory Hutauruk
Puluhan sopir angkutan kota (angkot) 103 Rahayu Medan melakukan aksi pemblokiran jalan tepat di Simpang Pos, Kecamatan Medan Selayang, Senin (16/11/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Bus Trans Metro Deli digadang akan menjadi transportasi modern di kota Medan. .

Dalam peluncuran perdananya, Bus Trans Metro Deli atau disebut Bus Buy The Service (BTS) ini memberikan fasilitas secara gratis kepada masyarakat hingga bulan Desember mendatang.

Namun, beroperasinya Bus BTS di kota Medan turut menjadi dilema bagi para angkutan darat lainnya, seperti Angkutan Kota (Angkot) yang turut cemas akan mengurangi pendapatan.

Saat dimintai tanggapan terkait pengoperasian Bus, Ketua Organda Medan, Mont Gomery Munthe mengungkapkan bahwa bus BTS dan angkot dapat diperlakukan secara adil.

"Kita mendukung adanya Bus BTS ini sepanjang tidak merugikan angkot. Cuman kita harapkan BTS ini bertarif dan berhalte. Kemudian mereka ini disubsidi oleh pemerintah. 

Kalau supir angkot ini ada tanggungan yang punya anak istri, jadi kalau di satu sisi dengan rute yang sama dengan berbayar dan tidak ini kurang etis," ungkap Mont kepada Tribun Medan, Selasa (17/11/2020).

Diketahui, supir angkot turut melakukan aksi demonstrasi di dekat Simpang Pos terkait pengoperasian bus BTS. Terkait hal ini, Mont menuturkan bahwa pengaruh Bus BTS ini begitu besar bagi para supir angkot.

"Ini masih adem-adem kita lihat ini, takut nanti kedepan terjadi hal yang tidak diinginkan. Semalam supir demo tapi kedepan gak tahu kita gimana. Sampai berapa lama supir tahan. Sehari saja sudah bangkrut gimana kalau sampai Desember. Mereka butuh setoran yang juga mobil kebanyakan kredit. Ini mereka dihadapkan kepada masalah," ujarnya.

Terkait hal ini, Mont sendiri menuturkan bahwa pihak Organda juga sudah bertemu dengan pihak Kementrian Perhubungan beberapa waktu lalu dan direncanakan akhir bulan November akan mengadakan rapat ke Jakarta.

"Tempo hari kita sudah ada pertemuan dengan kementerian katanya sampai akhir November ada perubahan mungkin seperti subsidi. Tapi kita belum yakin betul. Kita akan diundang rapat ke Jakarta akhir bulan ini, tapi kan kita belum tahu keputusannya. Jadi gimana menghadapi supir ini, saya juga bingung menjawab keluhan mereka," kata Mont.

Tambahnya, Mont berharap agar kedepannya Bus BTS dapat bersaing secara sehat dengan angkutan kota dengan fasilitas yang disesuaikan agar tidak ada ketimpangan.

"Bersaingan secara sehat. Sampai Desember ini terlalu lama gratisnya. Malah satu hari ini pun orang udah tahu. Jadi seperti ada sesuatu, kalau ingin memusnahkan angkutan kota ini beritahu saja terang-terangan, tutup trayeknya. Tapi ya subsidi juga namanya merintis trayek, kalau ada supir yang mengeluh ya kita bilang bersabar lah," pungkas Mont.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved