Pemakaman Ketum Moderamen GBKP

Seminggu Dirawat di RS, Ketum Moderamen GBKP Meninggal karena Kelelahan dan Covid-19

Moderamen GBKP Pdt Agustinus Pengarapen Purba STh, MA tutup usia, setelah menjalani perawatan selama seminggu di RS Martha Friska.

Victory / Tribun Medan
Cuplikan layar Liturgi Pemakaman Ketua Umum Moderamen Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Pdt Agustinus Pengarapen Purba STh, MA telah berlangsung, Jumat (20/11/2020), di Sukamakmur Kecamatan Sibolangit, Deliserdang 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Umum Moderamen Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Pdt Agustinus Pengarapen Purba STh, MA tutup usia, setelah menjalani perawatan selama seminggu di RS Martha Friska.

Pendeta Agustinus meninggal pada Kamis (19/11/2020) pukul 17.20 WIB di RS Marta Friska Medan.

Sekretaris Umum (Sekum) Moderamen GBKP Pdt Rehpelita Ginting STh MMin menyebutkan bahwa aktivitas yang tinggi menyebabkan almarhum kelelahan.

Selain itu, Pdt Agustinus Pengarapen Purba terinfeksi Covid-19.

"Beliau memang satu minggu belakangan sangat kelelahan karena banyak aktivitas, sehingga waktu istirahatnya berkurang.

Ditambah lagi karena Covid mempengaruhi kondisi kesehatannya.

Selama ini juga ada riwayat sakit gula. Jadi kelelahan yang buat dia sangat drop kondisi kesehatannya sebelum masuk rumah sakit," tuturnya saat dikonfirmasi tribunmedan.id, Jumat (20/11/2020) lewat sambungan selular.

Ia menerangakan bahwa almarhum sudah merasa kurang sehat sejak 11 November dan hingga akhirnya memutuskan untuk dirawat di rumah sakit di Medan.

Lebih lanjut, Pendeta Rehpelita menyebutkan bahwa saat penyakit gula tersebut sebenarnya tidak membuat aktivitasnya terganggu.

Namun, belakangan hari karena pekerjaan yang meningkat membuat Pdt Agustinus kelelahan.

"Positif Covid, jadi 1 minggu yang lalu, tanggal 12 November di RS Marta Friska. Tanggal 11 beliau sudah memeriksakan diri ke Medan lalu 12 November masuk ke RS.

Jadi selama ini dia merasa (penyakit gula) tidak terlalu mengganggu tapi karena aktivitas yang belakangan sudah meningkat, membuat dia kelelahan," beber Rehpelita.

Rehpelita menambahkan, proses pemakaman Pendeta Agustinus dilakukan sesuai protokol kesehatan dan pembatasan orang.

"GBKP menekankan seluruh umat agar mematuhi protokol kesehatan, memakai masker dan cuci tangan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved