Pemakaman Ketum Moderamen GBKP
Seminggu Dirawat di RS, Ketum Moderamen GBKP Meninggal karena Kelelahan dan Covid-19
Moderamen GBKP Pdt Agustinus Pengarapen Purba STh, MA tutup usia, setelah menjalani perawatan selama seminggu di RS Martha Friska.
Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Juang Naibaho
Kita berharap, jemaat tidak berkumpul karena pemakaman akan ditayangkan dengan live streaming, zoom dan page GBKP.
Sehingga jemaat GBKP dapat mengikuti proses pemakaman tanpa bertemu secara fisik. Pendeta yang bertugas juga kita batasi dan menggunakan APD," tuturnya.
Rehpelita juga berterima kasih pada Pemkab Deliserdang dan Pemkab Karo yang telah memberikan bantuan selama proses pemakaman.
"Kita berterima kasih juga dengan pemkab Deliserdang yang bekerjasama dengan masyarakat dan kepala desa dan camat yang memperkenankan Pendeta kita boleh dikebumikan di Sukamakmur. Dan Pemkab Karo yang membantu dalam proses pemakaman ini. Ada banyak mitra kita yang sangat memberikan atensi, kami menyampaikan terima kasih," imbuhnya.
Liturgi Pemakaman Ketua Umum Moderamen Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Pdt Agustinus Pengarapen Purba STh, MA telah berlangsung, Jumat (20/11/2020) di Sukamakmur Kecamatan Sibolangit, Deliserdang
Amatan tribunmedan.id, dari dari halaman live Facebook akun resmi GKBPhttps://www.facebook.com/modgbkp/videos/1088460674907973/, terlihat belasan orang menggunakan alat pelindung diri (APD) memberangkatkan almarhum menuju peristirahatan terakhirnya.
Live tersebut tampak ditonton ribuan jemaat GBKP dari seluruh Indonesia.
Acara prosesi pemakaman juga dilakukan para pendeta dengan menggunakan protokol Kesehatan. Tampak ketiga anak dari almarhum Pendeta Agustinus ikut memberangkatkan almarhum.
Usai diberangkatkan ke peristirahatan, kemudian dilanjutkan di pemberian kata penguatan terhadap keluarga di GBKP Ret-Reat Center, Sibolangit.
Ketiga anak almarhum tampak memberikan kata-kata perpisahan dengan menyampaikan bahwa di saat terjatuh sekalipun ayahnya selalu meminta untuk terus memuji Tuhan.
"Semua usaha terbaik sudah diberikan kepada Bapak, tapi ini yang terbaik, kalau kata Bapak nggak ada jalan untuk memuji tuhan dalam kondisi apapaun," tutur seorang anak perempuan bungsu almarhum.
Ia juga memberikan semangat kepada ibunya yang saat ini masih dirawat di rumah sakit.
"Itu yang menguatkan kita ya mak, mamak semangat yang di rumahh sakit harus berjuang, kami doakan yang terbaik. Ada Tuhan Yesus sama kita," tuturnya sambil menitihkan air mata.
Hingga akhirnya ketiga anak tersebut memberikan pujian terakhir kesukaan almarhum.
"Jadi karena kita enggak ada jalannya untuk tidak bersyukur di kondisi apapun. Kami persembahkan lagu pujian kesukaan untuk bapak kami Di Tengah Ombak," ungkapnya.
(vic/tribunmedan.com)