Breaking News:

18 Hari Jelang Pilkada Kota Medan

Dua Panelis Debat Pilkada Ditolak Paslon, KPU Kota Medan Angkat Bicara

Pasalnya, kubu pasangan calon (paslon) tersebut menganggap dua panelis menunjukkan keberpihakan kepada paslon lainnya Pilkada Medan 2020.

TRIBUN MEDAN/HO
Debat kandidat pertama pilkada Medan, Sabtu (7/11/2020) lalu.  

TRIBUN-MEDAN.Cok, MEDAN - Tim salah satu pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan dikabarkan keberatan atas dua di antara lima panelis yang disiapkan oleh KPU. 

Pasalnya, kubu pasangan calon (paslon) tersebut menganggap dua panelis menunjukkan keberpihakan kepada paslon lainnya Pilkada Medan 2020.

Komisioner KPU Kota Medan M Rinaldi Khair membenarkan adanya keberatan tersebut. Dijelaskannya, kubu paslon nomor urut satu mengajukan penolakan pada Selasa atau Rabu (17/11/2020 atau 18/11/2020) lalu. 

Keberatan tersebut disampaikan melalui surat dan secara langsung saat rapat koordinasi tim disertakan bukti dua artikel. 

"Penolakan itu terkait dengan ada beberapa statment dari para panelis itu yang dianggap menurut mereka tendensius terhadap pasangan calon tertentu. Setelah kami kaji dan kami klarifikasi, ternyata artikel yang mereka lampirkan sebagai bukti itu adalah artikel sebelum mereka menjadi panelis dan setelah kita klarifikas, menurut panelis mereka saat itu memberikan pandangan-pandangan sebagai akademisi ketika ditanya oleh wartawan," jelas Rinaldi kepada Tribun Medan, Sabtu (21/11/2020).

Dijelaskannya, ketika para akademisi tersebut diminta menjadi panelis, mereka telah menandatangi fakta integritas terkait kenetralan dalam Pilkada Medan. 

"Kita menyampaikan para akademisi tersebut untuk tidak memberikan statement apapun terkait tahapan pilkada atau menahan diri terkait tahapan pilkada ketika ditanya atau tidak oleh wartawan," ujarnya. 

Rinaldi juga mengatakan, setelah debat pertama selesai, KPU menunggu jika ada respons dari paslon terkait debat dan panelis. 

"Nah ketika debat pertama selesai, itu tidak ada persoalan terkait hal panelis debat yang ada. Kita sebenarnya menunggu sampai seminggu juga kita tunggu, tidak ada sesuai yang mungkin harus direspons. Karena kita waktunya tidak banyak, jaraknya hanya dua minggu untuk debat kedua, kita langsung persiapan ketika seminggu setelah berakhir," katanya. 

Ia mengatakan, karena tidak ada melihat respons atau keberatan dari kedua paslon, maka KPU memutuskan untuk menggunakan formasi panelis yang sama. 

"Tidak ada persoalan terhadap panelis sebelumnya, karena itu kita masih sama formasi panelisnya. Kita sudah nyaman, sudah komunikasi, makanya tidak ada perubahan. Kita baru tahu adanya keberatan tersebut pada hari Selasa atau Rabu lalu," ujarnya. 

Ke depannya, Rinaldi mengatakan untuk debat ketiga, KPU tetap menunggu respons dari kedua paslon jika ada keberatan lainnya.

Ia pun mengatakan masih ada potensi pergantian panelis jika ada keberatan setelah debat ketiga.

(yui/tribun-medan.com) .

Penulis: Liska Rahayu
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved