Asyiknya Minum Bandrek Asli India di Kota Medan

Jadi buat Tribuners di Kota Medan, bisa langsung pesan Bandrek Azamgarh di nomer telp 085275577912 atau bisa datang ke lokasi.

TRIBUN MEDAN / Muhammad Anil Rasyid
Bandrek Azamgarh yang berada di Jalan Mistar, Kecamatan Medan Petisah, Sumatera Utara. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Belakangan ini sebagian wilayah Kota Medan diguyur hujan. Tentunya udara juga akan berubah menjadi dingin dan mempengaruhi kondisi tubuh setiap orang.

Tentunya mengonsumsi sesuatu yang hangat dapat memberikan banyak manfaat bagi tubuh saat kondisi cuaca dingin.

Salah satunya ialah mengkonsumsi bandrek yang terbuat dari rempah-rempah seperti jahe, merica, dan lain-lainnya.

Pada kesempatan kali ini wartawan www.tribun-medan.com mengunjungi salahsatu bandrek yang ada di Kota Medan, yaitu Bandrek Azamgarh yang berada di Jalan Mistar, Kecamatan Medan Petisah, Sumatera Utara.

Informasi yang dihimpun, bandrek ini dulunya dikelola seorang pria yang bernama Abdul Jabbar yang resepnya berasal dari salah satu kota yang berada di Kota India, yaitu Azamgarh.

"Dulu cerita dari ibu, seperti itu bang. Kakek yang pertama jualan bandrek ini. Resepnya langsung dari India, tepatnya di Kota Azamgarh," ucap Ahmad Fauzi penjual bandrek yang merupakan salah seorang cucu Abdul Jabbar, Sabtu (28/11/2020).

Sambung Fauzi (22), bandrek yang di Jual oleh kakeknya Abdul Jabbar pertama kali sejak tahun 1960.

"Dulu kakek jualan itu naik becak gitu bang. Jadi kakek itu keliling. Cuma kalo udah berhenti, kakek itu biasanya tongkrongin jualannya di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara. Itu pada tahun 1960 an lah," ucap Fauzi.

Semenjak pria yang sering disapa Jabbar ini meninggal dunia, usaha jual bandrek ini tidak ada yang meneruskan. Karena pada saat itu, anak-anak almarhum masih kecil.

"Mendengar cerita ibu bang, seperti itu bang. Karena anaknya masih-masih kecil pada waktu itu, jadi bandrek ini enggak diterusin. Dulu resep bandreknya ini, ibu saya yang ngeracik bang. Jadi kek mana rasa bandrek ini dulu, ya seperti ini juga lah sekarang rasanya bang. Tidak ada bedanya," ujar Fauzi.

"Jadi ini baru tiga bulan jualan bang. Kenapa diberi nama Azamgarh, itu tadi bang, biar enggak lupa dari mana bandrek ini berasal bang, dulu enggak ada namanya bang," Lanjutnya sembari tertawa.

Pria yang juga berprofesi sebagai teknisi komputer ini menuturkan, adapun menu-menu yang ditawarkan cukup bervariasi.

Tidak hanya menjual bandrek saja, terdapat beberapa jenis minuman yang lainnya. Diantaranya, Tst, puding, dan teh tarik.

Untuk harga, bandrek original dibandrol Rp 8 ribu per gelas, bandrek susu Rp 10 ribu per gelas, bandrek susu telur Rp 15 ribu per gelas, Tst Rp 10 ribu, puding Rp 8 ribu, dan teh tarik Rp 8 ribu.

"Harga terjangkau lah bang. Bulan pertama kami pernah jual perhari sekitar 30 gelas untuk bandrek aja bang. Alhamdulillah untuk bulan pertama," ujar Fauzi.

Apa yang membuat Bandrek Azamgarh berbeda dengan bandrek lainnya, dengan tegas Fauzi menjelaskan soal rasa jauh berbeda dengan bandrek yang ada di Kota Medan.

Bagi pengunjung yang susah menemukan lokasi Bandrek Azamgarh sudah tersedia di Google Map.

(CR23/tribun-medan.com/tribunmedan.id)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved