9 Hari Jelang Pilkada Kota Medan

Dedi Mizwar: Masih Banyak Nagabonar di Medan, Jangan Sampai Pemimpinnya Jadi Pencopet Semua

Deddy Mizwar datang ke Kota Medan dan ngobrol santai bersama Bobby Nasution di acara Ngopi Sore Tribun Medan

Penulis: Liska Rahayu | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/HO
Deddy Mizwar dan Bobby Nasution saat ngobrol santai di Ngopi Sore Tribun Medan, Senin (30/11/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Aktor kondang Deddy Mizwar datang ke Kota Medan dan berdialog dengan warga sekitar Jalan Sukmawati, Pasar Merah Timur, tepatnya di kawasan kuburan Halat, Medan, Senin (30/11/2020).

Di samping kuburan, Deddy bersama Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution ngobrol santai di acara Ngopi Sore Tribun Medan dengan tema Program Keumatan, Religi, Sejahtera dan Berkah.

Ketua Bidang Seni Budaya dan Ekonomi Kreatif DPN Partai Gelora ini khusus datang ke Medan untuk mengetahui program yang dibuat oleh calon Wali Kota Medan yang didukung partainya.

"Katanya Bobby punya program keumatan. Barangkali saya bisa kasih saran, sekaligus memberikan pencerahan kepada masyarakat bagaimana menegakkan demokrasi yang baik, menggunakan hak pilih yang baik," ucapnya.

Pilkada kali ini, jelas pemeran Nagabonar ini, merupakan kesempatan warga, makanya harus dimanfaatkan dengan baik.

Karena warga akan menyesal kalau Medan ke depan tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

"Karena itu harus berpartisipasi dengan cara berfikir rasional tentang demokrasi dengan memilih pemimpin, bukan sekadar emosional," jelasnya.

Ditanya mengenai penilaiannya akan sosok Bobby Nasution, mantan Wakil Gubernur Jawa Barat ini menuturkan Bobby merupakan seorang anak muda, pengusaha yang cukup berpendidikan, punya energi yang sangat tinggi.

"Karena ini Medan Kota yang penuh dinamika, Di tengah keterbukaan informasi yang mengglobal, perlu anak muda yang menguasai itu (informasi teknologi). Sehingga betul-betul bisa mengantisipasi setiap lompatan-lompatan peradaban yang ada. Dan mengetahui mau dibawa ke mana Medan ke depan," jelas dia.

Lantaran menurutnya, semua potensi ada di Kota Medan. Sebagai kota perdagangan, ada pelabuhan, bandara dan segala macam, yang semuanya memenuhi syarat sebagai kota mandiri.

"Karena di sini masih banyak anak buah Nagabonar, yang pencopet itu. Di daerah Kesawan misalnya. Jangan sampai pemimpin-pemimpin jadi pencopet semua," tukasnya.

(Yui/TRIBUN-MEDAN.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved