News Video

Dua Bulan Buruh PT. Baja Agung Kharisma Utama, Dirikan Tenda Didepan Gerbang Perusahaan

20 orang pekerja PT Baja Agung Kharisma Utama hingga saat ini terus bertahan menginap di depan perusahaan PT. Baja Agung Kharisma Utama.

Penulis: Indra Gunawan |

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Sebanyak 20 orang pekerja PT Baja Agung Kharisma Utama hingga saat ini masih terus bertahan menginap di depan perusahaan yang berada di Jalan Lintas Sumatera Km 16,8 Km Tanjungmorawa Kabupaten Deliserdang. Mereka sebelumnya sempat di PHK tanpa pesangon meskipun sudah bekerja puluhan tahun.

Karena sudah berjalan dua bulan lebih lamanya, tenda biru yang mereka dirikan di depan pintu gerbang sudah mulai lapuk. Kayu dan bambu yang mereka gunakan sebagai tiang-tiang penyangga juga ikut lapuk.

Terlihat di dalam tenda yang berukuran kurang lebih 5 x 3 meter itu ada terlihat dua karung beras berat 5 kg dan empat kardus mie instan. Setiap hari itulah yang menjadi menu utama pekerja. Meski pedih namun tidak ada pilihan lain yang harus mereka lakukan.

" Kami sampai sekarang masih menuntut apa yang memang menjadi hak kami. Kalau ditanya mau sampai kapan seperti itu ya jawabannya sampai hak kami dipenuhi. Kalau hari ini dipenuhi ya kami pun bubar dari sini,"ucap Rajuddin Nasution salah satu pekerja yang melakukan aksi Senin, (30/11/2020).

Dari pengakuan pekerja perusahaan saat ini ada tiga hal yang menjadi tuntutan utama mereka. Meminta pembayaran upah selama tiga bulan juga meminta agar pesangon mereka dibayarkan.

Jika memang tidak, mereka meminta untuk bisa dipekerjakan lagi. Selain itu juga disinggung tentang tuntutan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) yang sampai sekarang belum diberikan.

" Mulai dari tanggal 17 September kami dirikan tenda seperti ini tapi sampai sekarang belum ada hasil. Kami ditindas makanya mau bertahan di sini. Saya sudah 30 tahun bekerja di sini tapi diperlakukan seperti ini. Kami minta hak-hak kami dibayarkan. Kerja tapi enggak dibayar upahnya siapa yang mau. Enggak ada hubungannya sama situasi Covid ini karena produksi jalan terus,"kata M. Pangihutan Situngkir (54).

Banyak hal lain yang disampaikan oleh para pekerja ketika diwawancarai www.tribun-medan.com. Selamet pekerja lainnya mengatakan usianya sebenarnya sudah masuk 65 tahun.

Ia sebenarnya ingin sekali pensiun namun ketika permohonan diajukan ditolak oleh Direktur Utama perusahaan Purwanto Putra alias Awi.

" Saya bilang saya sudah tua mau pensiun tapi malah diusir sama si Awi. Dibilang lah saya bikin pening dia saja. Saya juga enggak tau kenapa saya diperlakukan seperti ini. Rumah saya di Letda Sujono Medan. Tiap hari datang ke sini naik sepeda motor, sekarang untuk kebutuhan sehari-hari ya minjam-minjam lah sama orang,"kata Selamet.

Informasi yang dihimpun Purwanto alias Awi selain menjabat sebagai Direktur Utama juga merupakan Owner perusahaan yang bergerak di bidang jual beli besi baru dan bekas serta produksi trapo las dan cas baterai basah.

Namanya cukup dikenal masyarakat Tanjungmorawa, bukan nama aslinya yang dikenal melainkan nama akrab yang dikenal dengan sebutan Awi Bajagung.

Selama ini sosoknya dikenal masyarakat sebagai orang kaya raya di Tanjungmorawa dan banyak memiliki tanah. Ia juga dikenal sebagai pemilik pesawat asli yang dipajang di Kota Tanjungmorawa dekat bantaran sungai Blumai di Simpang Kayu Besar.

(dra/tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved