Peluang Industri Obat Tradisional dan Kosmetik Bahan Alami Masih Terbuka Luas

Saat ini baru hampir 10 ribu jenis tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai tanaman obat dari 30 ribu jenis yang ada.

TRIBUN MEDAN/SEPTRIMA
DIREKTUR Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian Muhammad Khayam saat mewakili Menteri Perindustrian dalam webinar, Senin (30/11/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Industri obat tradisional dan kosmetik berbahan alamai memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Hal ini mengingat terdapat keanekaragaman hayati yang cukup besar di Indonesia. 

"Terdapat kurang lebih 30 ribu spesies tanaman obat di Indonesia dari 40 ribu spesies tanaman obat dunia. Jadi hampir tiga per empat dari spesies ini ada di Indonesia," kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian Muhammad Khayam saat mewakili Menteri Perindustrian dalam webinar yang diselengarakan Senin (30/11/2020). 

Khayam mengatakan keragaman ini tentunya sangat prospektif untuk dikembangkan dalam memenuhi kebutuhan yang cukup potensial di pasar lokal maupun global.

Saat ini baru hampir 10 ribu jenis tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai tanaman obat dari 30 ribu jenis yang ada.

"Dan baru 1000 jenis tanaman yang digunakan sebagai ramuan kesehatan. Jadi belum begitu banyak yang diturunkan dari generasi ke generasi dan zat aktif yang terkandung di dalamnya sebagian besar belum terstandar kan. Ini semua adalah peluang," katanya. 

Ia mengatakan bisnis jamu memiliki cakupan yang besar. Sebagian bisa didorong untuk jamu, herbal terstandar, atau fitofarmaka.

Namun hal ini juga menjadi salah satu tantangan dalam mengembangkan produk-produk obat modern berbahan baku alami yang berasal dari kekayaan hayati Indonesia. 

"Proses pengembangan senyawa aktif yang terstandar pada tanaman membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang sangat besar. Oleh karena itu research dan proses inovasi bahan baku alam membutuhkan dukungan dan kerjasama dari semua pemangku kebijakan. Baik dari sisi regulasi dan pembiayaan," katanya. 

Dikatakannya, pasar obat tradisional dan kosmetik Indonesia merupakan salah satu pasar yang cukup besar dan menjanjikan bagi produsen.

Apalagi dengan meningkatnya jumlah populasi penduduk. Seiring dengan perkembangan jaman, adanya tren masyarakat dunia untuk kembali ke alam juga membuka pelung bagi produk obat tradisional dan kosmetik yang berbahan baku alami.

"Peluang ini harus ditangkap dan dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku industri obat tradisional dan kosmetik yang berbahan baku alami. Research pasar dan branding produk harus dilakukan oleh pelaku industri. Tidak hanya industri besar tapi juga pelaku UMKM harus membuat produk yang menarik sehingga dapat merebut pasar yang ada dan tidak kalah bersaing dengan produk-produk impor," ujarnya.

Baca juga: BERITA FOTO Tetap Produktif di Masa Pandemi, Kelompok Tani Fajar Jual Beras Organik ke Pasar Modern

Selain itu perkembangan teknologi juga perlu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi yang dapat meningkatkan daya saing industri obat dan kosmetik.

Khusus untuk pengusaha dan investor di bidang jamu, suplemen kesehatan, spa, dan aromaterapi, rempah, dan ekstrak bahan herbal atau jamu, katanya,  pemerintah akan tetap mendukung dengan kebijakan dalam hal teknologi industri dengan bantuan dari Kementerian Perindustrian.

"Dukungan pemerintah kepada pengusaha tetap akan dilakukan dalam menggalakkan dan memajukan perekonomian Indonesia di bidang tersebut dan terutama untuk menunjang ekspor," lanjutnya.

Dipaparkannya pada masa pandemi dimana hampir semua sektor mengalami penurunan, sektor industri farmasi, obat kimia, dan obat tradisional serta industri bahan kimia dan barang kimia masih tetap tumbuh 8,65 persen.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved