TRIBUN-MEDAN-WIKI: Menyelisik Tari Zapin dari Rakyat Melayu

Tarian Zapin selalu ditampilkan saat pembukaan kegiatan pesta adat Melayu dan pesta rakyat Sumatera Utara.

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN / HO
Tarian Zapin selalu ditampilkan saat pembukaan kegiatan pesta adat Melayu dan pesta rakyat Sumatera Utara. 

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRIBUN-MEDAN-WIKI.com - Indoneisa tak hanya kaya kuliner tradisional dan tradisi upacara dari berbagai etnis yang ada.

Tetapi, Indonesia juga memiliki banyak tarian tradisional, seperti tarian Zapin pada etnis Melayu di Sumatra Utara.

Tarian Zapin selalu ditampilkan saat pembukaan kegiatan pesta adat Melayu dan pesta rakyat Sumatera Utara.

Dilansir dari artikel Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tarian Zapin merupakan satu di antara jenis tarian rakyat Melayu tradisional.

Tarian tersebut merupakan satu dari beberapa jenis tarian Melayu yang masih eksis sampai sekarang, Kamis (3/12/2020).

Dalam catatan sejarah, tarian ini pada mulanya sebagai tarian hiburan di istana setelah dibawa dari Hadramaut, Yaman, oleh para pedagang Arab awal abad ke-16.

Pada masa itu negeri Johor menjadi pengganti peranan Malaka sebagai sebuah entrepot antara bangsa pada kurun ke-16.

Hal ini dapat dilihat dari perkembangan kreasi tari Zapin yang identik dengan budaya Melayu maupun dalam hal berpantun.

Seniman dan budayawannya mampu membuat seni tradisinya, tidak berhenti tapi penuh dinamika yang selalu dapat diterima dalam setiap keadaan.

Tarian Zapin ini bersifat edukatif dan sekaligus menghibur, digunakan sebagai media dakwah Islamiyah melalui syair lagu-lagu zapin yang didendangkan.

Musik pengiringnya terdiri dari alat musik petik gambus, rebana, gendang, rebab alat musik tabuh gendang kecil yang disebut marwas atau marakas.

Berdasarkan Jurnal Sekolah Tinggi Pariwasata Ambarrukmo Yogyakarta, Zapin berasal dari bahasa arab. Yakni, "Zafn" yang mempunyai arti pergerakan kaki cepat mengikut rentak pukulan.

Sebelum tahun 1960, Zapin hanya ditarikan oleh penari laki-laki, namun kini sudah biasa ditarikan oleh penari perempuan. Bahkan penari campuran laki-laki dengan perempuan.

Tari Zapin sangat beragam gerak tarinya, walaupun pada dasarnya gerak dasar zapin-nya sama, ditarikan oleh rakyat di pesisir timur dan barat Sumatera, Semenanjung Malaysia, Sarawak, Kepulauan Riau, pesisir Kalimantan dan Brunei Darussalam.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved