Breaking News:

Kemplang Pajak Rp 4,4 Miliar, Pengusaha Disandera di Lapas Siantar

Kanwil DJP Sumut II melakukan upaya penyanderaan kepada penunggak pajak (Wajib Pajak Orang Pribadi) berinisial H, Selasa (15/12/2020) siang

TRIBUN MEDAN / HO
Kakanwil DJP Sumut II Romadhaniah menyambangi Lapas Klas IIA Pematangsiantar untuk menitipkan sandera seorang penunggak pajak, Selasa (15/12/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Kanwil DJP Sumut II melakukan upaya penyanderaan kepada penunggak pajak (Wajib Pajak Orang Pribadi) berinisial H, Selasa (15/12/2020) siang.

Penyanderaan pun dilakukan sebagai bentuk penagihan utang pajak guna mengamankan penerimaan negara.

Penyanderaan dilakukan Tim Juru Sita Pajak Negara (JSPN) KPP Pratama Pematang Siantar didampingi petugas dari Polda Sumut.

Wajib Pajak berinisial H pun dibawa dari kediamaannya ke Lapas Kelas IIA Pematangsiantar.

Kepala Bidang P2IP Kanwil DJP Sumatera Utara II Muhammad Harsono mengatakan, bahwa sebelum penyanderaan (gijzeling), berbagai upaya penagihan persuasif sudah dilakukan.

Namun, Wajib Pajak masih membandel dan tetap mengemplang pajak miliaran rupiah.

"Sehingga penyanderaan harus dilakukan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perlu diketahui bahwa saudara H adalah Wajib Pajak yang terdaftar di KPP Pratama Pematangsiantar yang mempunyai tunggakan pajak sebesar Rp 4,4 miliar," ujar Harsono.

Berdasarkan administrasi DJP, Wajib Pajak merupakan seorang pengusaha dengan Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) Perdagangan Besar Makanan dan Minuman Lainnya.

Kepala Kanwil DJP Sumatera Utara II Romadhaniah menjelaskan bahwa sejak tahun 2014, seluruh rangkaian tindakan penagihan aktif telah dilakukan.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved