TRIBUN-MEDAN-WIKI: Mengenal Tradisi Merdang Merdem Etnis Karo
Tradisi yang ada memiliki keunikan sendiri. Satu di antaranya tradisi Merdang Merdem pada etnis Karo di Sumatera Utara.
Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar
TRIBUN-MEDAN-WIKI.com - Upacara tradisi dari berbagai etnis di Sumatera Utara, memiliki sebuah makna yang kental terhadap etnisnya.
Tradisi yang ada memiliki keunikan sendiri. Satu di antaranya tradisi Merdang Merdem pada etnis Karo di Sumatera Utara.
Dilansir dari artikel Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Merdang Merdem merupakan kegiatan tahunan yang biasa dilaksanakan setelah musim tanam padi selesai.
Perayaan ini merupakan bagian dari bentuk rasa syukur kepada sang Pencipta atas selesainya musim tanam padi.
Hal ini dilakukan sembari memohon agar tanaman padi tersebut diberkati sehingga terbebas dari hama serta menghasilkan panen yang berlimpah.
Momen ini melibatkan peran serta seluruh warga masyarakat Karo.
Tak terkecuali kaum muda-mudi yang juga memanfaatkan momen ini sebagai ajang untuk mencari jodoh.
Gelaran acara Merdang Merdem biasanya dimeriahkan dengan gendang guro-guro aron yaitu acara tari tradisional Karo yang melibatkan pasangan muda-mudi.
Setiap kecamatan di Kabupaten Karo merayakan Merdang Merdem pada bulan yang berbeda.
Dilansir dari library.telkomuniversity.ac.id, Pesta Tahun juga biasa disebut dengan sebutan Merdang Merdem dalam Bahasa Karo.
Pesta Tahun merupakan perayaan rutin setiap tahun yang dilaksanakan setelah acara menanam padi di sawah selesai.
Perayaan tersebut dilaksanakan atas ucapan syukur kepada Sang Pencipta dan berdoa agar tanaman padi tersebut menghasilkan panen yang berlimpah dan bebas dari hama. Acara Pesta Tahun juga dimeriahkan dengan gendang guro-guro aron yang merupakan acara tari tradisional Suku Karo yang melibatkan seluruh masyarakat.
Uniknya setiap kecamatan merayakan Pesta Tahun di bulan dan tanggal yang berbeda. Pesta Tahun melibatkan seluruh masyarakat Tanah Karo dan menjadikan perayaan tersebut begitu meriah.
Sehingga perayaan Pesta Tahun tersebut dirayakan selama enam hari lamanya, dimana setiap harinya mempunyai makna dan arti yang berbeda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tradisi-merdang-merdem-etnis-karo.jpg)